alfian mujani 240DI saat orang banyak mengira Anda akan ma­rah besar, sebaiknya Anda diam, maka akan terasa indah. Tertawa juga akan terasa lebih indah ketika orang mengira dirimu akan menangis. Ketaba­han dan kesabaran akan selalu memukau dan menjadikan diri kita sebagai juara sejati, juara yang bertahta di dalam hati banyak orang, bukan juara yang hanya dipamer di atas “panggung.”

Tak banyak yang kuasa menahan amarah, sebagaimana tak banyak yang mampu menahan deras air mata. Tetap tegar dengan senyuman adalah mental para bijak yang memahami kaidah kehidupan. Lalu, tidak akankah Tuhan memberi­kan kejutan pada mereka yang rela sepenuh hati menjalani setiap episode takdir? Juara sejati ten­tu tak akan pernah tak mendapatkan apresiasi.

Seorang lelaki yang tabah menghadapi hi­naan dan cacian telah dinobatkan sebagai penu­lis kisah sedih terbaik. Diapun bahagia dan sukses karena episode kehidupannya yang seringkali tak nyaman. Seorang perempuan yang selalu dikhianati lelaki ternyata menjadi juara satu lomba puisi derita cinta. Diapun bisa tersenyum di akhir tangisannya yang mengharu biru itu. Ini sebuah cerita, tetapi boleh dicoba mengawali tahun 2016, agar kita jadi juara…!