Untitled-7POLRES Bogor sempat menangkap Taufik (47), tersangka kepemilikan 3,8 ton ganja di rest area Sentul, Babakanmadang, beberapa waktu lalu. Namun, setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cibinong, TP dibebaskan lantaran habis masa tahanan dan berkas dinyatakan P19.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Hal ini rupanya sampai ke telinga Kapolri, Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Ia tidak percaya jika TP yang dinilai berkaitan erat dengan 3,8 ton ganja itu, telah dibebaskan.

“Kalau sudah jadi tersang­ka, tidak mungkin dibebaskan. Coba tanya kapolresnya. Nanti akan saya cek permasala­han ini,” kata Kapolri, Selasa (9/12/2015).

Menurutnya, jika memang bukti-bukti sudah ada, tidak bisa tersangka dibebaskan be­gitu saja. “Kan buktinya sudah ada,” lanjutnya.

TP dibebaskan setelah men­jalani lima bulan masa tahanan. Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto enggan berkomentar banyak terkait hal ini.

“TP memang kami bebas­kan, tapi proses tetap berjalan sembari menunggu bukti-bukti lain,” ujar AKBP Suyudi.

Mantan Kapolres Ma­jalengka ini mengaku terus berkoordinasi dengan Kejari Cibinong dan mengikuti pe­tunjuk-petunjuk yang diberi­kan kejaksaan. “Tersangka kami bebaskan sementara. Bu­kan begitu saja dilepas. Proses hukum kami masih maksimal­kan,” tandasnya.

Ditanyakan jika pihaknya salah tangkap, Suyudi enggan menanggapinya. “Nanti lihat seperti apa perkembangannya. Mudah-mudahan cepat terung­kap,” kilahnya.

Kasubag Humas Polres Bo­gor, AKP Ita Puspitalena me­nambahkan, pelaku diwajibkan lapor dua kali dalam seminggu. “Berkas dinyatakan P19. Penge­jaran ke Aceh juga dilakukan karena ada keterkaitan dengan truk fuso di Babakanmadang itu,” kata AKP Ita.

Sebelumnya, TP (47), TP ditangkap di Gunungputri, Ka­bupaten Bogor tiga hari sete­lah pengagalan pengiriman ganja di rest area pada Sabtu (25/7/2015). Diduga ganja tersebut akan dijual di kota-kota besar seperti Jakarta dan beberapa kota lainnya di Jawa Barat. (*)