asdfKAWASAN wisata Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur, ditutup. Penutupan ini dikarenakan meningkatnya status Gunung Bromo.

YUSKA APITYA AJI ISWANTO
[email protected]

Sesuai info PVMBG status Bromo naik dari level 2 waspada ke level 3 siaga,” kata Kepala Taman Na­sional Bromo Tengger Se­meru, Ayu Dewi, Jumat (4/12/2015).

Atas alasan itu, sejumlah titik di kawasan wisata Bromo ditutup un­tuk keselamatan pengunjung. “Un­tuk itu TNBTS menutup caldera, laut pasir, kawah, savana dari se­luruh kegiatan wisata,” tutur Ayu.

Kebijakan ini diberlakukan mu­lai siang kemarin, sejak pukul 14.00 WIB. “Sunrise tetap dapat dinikma­ti dari Gunung Penanjakan, Bukit Setya dan Bukit Cinta. Sementara pintu yang dibuka dari arah Wo­nokitri Pasuruan,” tutup Ayu.

Baca Juga :  BMKG : Aktivitas Gempa Tektonik Meningkat Selama 2021

Dengan meningkatnya status Gunung Bromo, TNBTS menutup kawah Bromo, lautan pasir dan Savana. Untuk sementara, kata Ayu, pintu ke Bromo yang dibuka hanya dari arah Tosari, Pasuruan.

“Wisatawan masih bisa menikmati sunrise di Bukit Penanja­kan Wonokitri, Tosari, Pasuruan,” jelas Ayu.

Kepala PVMBG Pos Pantau Bromo Ahmad Subhan, mengata­kan berdasarkan pantauan PVMBG Pos Pantau Gunung Bromo, saat ini secara visual Bromo mengeluarkan asap cenderung pekat dengan ket­inggian 50 – 150 meter. Sedangkan gempa tremor berlangsung terus menerus 3 hingga 12 mili meter dengan dominasi 5 mili meter.

“Statusnya kami naikkan dari status level waspada menjadi level siaga,” ujar Ahmad Subhan.

Baca Juga :  Asyik Jalan-jalan di Pantai, 2 Pelajar Tersambar Petir

Dari data Seismograph men­unjukkan, gempa tremor menerus dengan amplitudo sangat menin­gkat maksimal kisaran menjadi 2 sampai 8 mili meter, dominan 5 milimeter. Yang sebelumnya han­ya amplitudo maksimal kisaran 1 sampai 6 mili meter, dominan 4 mili meter.

Petugas pos pantau Gunung Bromo, Subhan, mengatakan, se­cara visual, ketinggian asap kelabu tipis mendatar tebal dan semburan asap dari kawah Gunung Bromo disertai material agak kasar.

“Tingkat aktivitas Bromo dari level 2 naik ke level 3. Sementara untuk jarak aman bagi pengun­jung di luar radius 2,5 kilometer. Tidak ada pengungsian dan masih dalam kaldera,” jelas Subhan.

(net) intennadya