BOGOR, Today – Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan RI telah meluncurkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu mem­biayai pendidikan bagi anak tidak mampu. Namun, program tersebut belum menyentuh anak jalanan. Masih banyak diantara mereka yang tidak sekolah karena terganjal biaya pendidikan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Suharlan, mengatakan pihaknya telah membuat Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu anak-anak yang tidak mampu membiayai sekolah.

PIP tidak hanya diberikan untuk anak sekolah, juga untuk anak yang belum sekolah. “Hanya saja anak yang belum sekolah harus mau ma­suk sekolah untuk mendapat layanan PIP,” tegas Suharlan.

Harapannya, seluruh anak Indo­nesia, termasuk anak jalanan yang selama ini belum mengenyam pen­didikan, akan terbantu. Asalkan para anak jalan bersedia sekolah, pemer­intah akan membantu pembiayaan.

Suharlan boleh meyakini bahwa PIP akan mampu menolong nasib para anak jalanan yang tak mampu bersekolah. Namun kenyataan mem­buktikan bahwa PIP masih belum mampu menyentuh seluruh anak jalanan, khususnya di Ibukota Ja­karta.

Ketua Koppaja, M. Syafe’i me­nilai, akses pendidikan di kalangan anak jalanan masih sangat susah. Hal itu terbukti dari banyaknya anak jala­nan binaan Koppaja yang belum ber­sekolah. Jangankan 12 tahun, untuk mengenyam pendidikan SD saja ma­sih banyak anak jalanan yang belum menikmatinya.

Bahkan dikatakan Syafe’i, siswa binaan Koppaja yang kini mulai masuk SD juga sering kali menuai permasalahan, yang paling parah terganjal biaya. “Siswa kami banyak yang dimintai iuran dan biaya tinggi di sekolahnya. Hal ini tentu saja sangat memberatkan mereka,” tur­tur M. Syafe’I di Balai Kota, Bogor.

(Latifa Fitria)