logo-resmi-olimpiade-rio-2016-_150424193034-439JAKARTA, Today – Atlet-atlet Indonesia tampil di Olimpiade 2016 yang diadakan di Rio de Janiero, Brasil pada 5-21 Agustus 2016.

Tentu raihan optimal ingin dicapai Indo­nesia, setelah pada Olimpiade 2012 yang di­gelar di London, Inggris, atlet-atlet Tanah Air gagal meraih medali emas.

Karena itu masih ada sekira tujuh bulan bagi atlet-atlet Indonesia untuk meningkat­kan kemampuannya. Terutama bagi 10 atlet yang sudah memastikan tiket lolos ke pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Namun, Wakil Ketua Umum Komite Olim­piade Indonesia (KOI), Muddai Wadang, me­nilai tak cukup jika hanya 10 atlet yang lolos.

Pria berusia 56 tahun itu berharap Indo­nesia dapat meloloskan 30 atlet ke Olimpiade 2016.

“Saat ini Indonesia sudah meloloskan 10 atlet ke Olimpiade. Namun, kami berharap ada 30 atlet yang lolos ke Olimpiade. Saat ini kualifikasi Olimpiade masih berlangsung hingga pertengahan tahun,” kata Muddai saat diwawancara khusus oleh Okezone di kantor KOI baru-baru ini.

Bulutangkis Sumbang Dua Emas

Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang, optimistis cabang olahraga (cabor) bulutang­kis dapat memberikan dua medali emas bagi kontingen Indonesia saat tampil di Olimpi­ade Rio de Janeiro 2016.

Kegagalan meraih satu pun medali emas pada Olimpiade London 2012 tak membuat pria berusia 56 tahun itu pesimistis akan pel­uang cabor andalan Indonesia tersebut.

“Bulutangkis yakin mendapat dua meda­li. Paling tidak dari nomor ganda putra (Mo­hammad Ahsan/Hendra Setiawan) dan ganda campura (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir),” jelas Muddai saat diwawancara khusus oleh Okezone di kantor KOI baru-baru ini.

Pada Olimpiade 2012, bulutangkis Indo­nesia ditargetkan meraih satu medali emas. Medali itu diharapkan muncul dari nomor ganda campuran yakni pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Alih-alih meraih emas, sekadar mendapat perunggu atau perak saja tidak tercapai. Hal itu berarti, untuk pertama kalinya sejak 1992 pebulutangkis Indonesia gagal mempersem­bahkan medali emas bagi Tanah Air.

Bahkan sepanjang 2015, pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia hanya mampu meraih 17 gelar. Dengan perincian empat gelar di level superseries, 12 grand prix gold dan satu kejuaraan dunia.

Karena itu, menjelang Olimpiade yang digelar 5-21 Agustus 2016, perbaikan harus dikebut oleh PB PBSI selaku organisasi yang bertanggung jawab menaikkan kualitas atlet blutangkis Indonesia. Jika perbaikan tak di­lakukan secara serius, jangan heran pebulu­tangkis Indonesia kembali gagal memperse­mbahkan medali.

(Imam/net)