C1-28012016-Sport-TodayNasib Louis van Gaal sebagai juru taktik Manchester United dipercaya bakal ditentukan oleh 7 orang yang duduk sebagai dewan direksi serta legenda The Red Devils di masa lalu. Bahkan, usai takluk dari Southampton di Old Trafford akhir pekan lalu, jajaran direksi MU langsung menggelar rapat tertutup untuk menentukan nasib pria Belanda berusia 64 tahun itu. Nama Jose Mourinho pun kembali muncul sebagai calon suksesor Van Gaal. Pasalnya, empat dari tujuh orang itu, condong pada pelatih Portugal tersebut.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Seperti diketahui, Man­chester United be­rada di bawah kepemi­likan pengusaha kaya raya asal Amerika Serikat, Malcolm Glazer. Namun tahun lalu, Malcolm mening­gal dunia dan me­nyerahkan tampuk kepemimpinan Man­chester United kepada dua anaknya, Avram dan Joel Glazer.

Menurut sumber internal keluarga Glazer, Avram dan Joel sudah men­gatakan jika mereka masih menaruh harapan kepada sosok Louis van Gaal kendati ada banyak tekanan yang meminta mereka memecat sang Meneer.

Avram dan Joel, menurut sumber tersebut akan memberikan waktu Van Gaal sampai akhir musim nanti. Apabila LVG gagal menembus empat besar, Avram dan Joel disebut tidak ragu un­tuk memecat sang meneer dari kursi kepela­tihan Setan Merah.

Nama Chief Executive Manchester Unit­ed, Ed Woodward muncul sebagai yang ked­ua untuk menjadi ‘jagal’ yang menentukan masa depan LVG di Kota Manchester. Sosok yang dikenal sebagai tangan kanan keluar­ga Glazer di United ini bertanggung jawab penuh akan seluruh aktifitas klub sejak ta­hun 2013 silam.

Namun, Woodward sempat menolak permohonan pengunduran diri Van Gaal sebelum Natal 2015 kemarin. Tapi, melihat Van Gaal yang semakin frustasi atas tekanan fans, membuat Woodward akan mengijinkan sang Meneer untuk angkat kaki dalam waktu dekat.

Woodward dikenal memiliki hubungan yang baik dengan Jorge Mendes, agen Jose Mourinho. Sehingga Woodward dipercaya akan memilih Mourinho sebagai manajer anyar United jika Van Gaal meminta untuk mengundurkan diri lagi.

Algojo ketiga ialah Managing Director, Richard Arnold sebagai orang yang bertang­gung jawab atas aspek komersial dan op­erasional klub. Lewat tangan dinginnya lah The Red Devils berhasil meneken kerjasama fantastis dengn Chevrolet dan Adidas berni­lai 750 juta pounds berdurasi 10 tahun kede­pan.

Arnold dipercaya lebih mementingkan sisi finansial klub. Kegagalan United menem­bus Liga Champions musim lalu membuat pendapatan mereka turun sebesar 9%, se­hingga bagi Arnold asalkan Louis van Gaal bisa membawa United kembali menembus 4 besar Liga Primer musim ini, maka ia akan tetap bertahan dengan Meneer Belanda tersebut.

Selanjutnya, yang dipercaya bakal men­jadi algojo tak lain, Direktur Komersial United, Jamieson Reigle. Ia merupakan so­sok yang bertanggung jawab untuk menjalin hubungan baik antara sponsor dengan klub sejak 2007 lalu.

Beberapa waktu lalu, Adidas yang di­wakili oleh CEO mereka Herbert Heiner mengungkapkan bahwa mereka puas den­gan kerjasama dengan United, kendati mer­eka tidak bahagia dengan cara bermain yang dimainkan United musim ini. Sindiran Hein­er tersebut kabarnya membuat Reigle sedikit terusik, sehingga ia disebut menginginkan sosok Mourinho yang bisa memberi dampak instan pada United dan bisa menarik pemain top dunia datang ke Old Trafford.

Mantan Chief Executive Setan Merah, David Gill juga dipercaya bisa menentukan nasib Van Gaal musim ini. Sosok ini bisa dibi­lang menjadi salah satu sosok penting selain Sir Alex Fergusson dalam mengantarkan Manchester United memenangkan berma­cam gelar dalam kurun waktu dua dekade belakangan.

Bahkan, Gill secara terbuka sempat men­gakui bahwa permainan United dibawah asu­han Van Gaal sama sekali tidak menarik dan membosankan, kendati ia menolak untuk mengomentari Louis van Gaal sebagai pela­tih MU.

Meski tidak berada dalam jajaran direksi yang aktif, Gill akan dimintai pendapatnya mengenai Van Gaal. Jika mengacu pada per­nyataannya baru-baru ini, Gill sudah tidak memiliki antusiasme kepada Van Gaal dan lebih memilih pada sosok manajer yang bisa membuat United tampil atraktif.

Gill juga pernah menyebut bahwa calon manajer United nantinya harus memiliki pengalaman yang bagus baik dalam level domestik maupun level Eropa, Sehingga Gill disebut memiliki preferensi kepada Jose Mourinho sebagai manajer United, asalkan ia bisa membawa United bermain atraktif.

Salah satu pemain terbesar sepanjang masa klub, Sir Bobby Charlton pun memiliki pengaruh dalam kasus ini. Ia memang tidak masuk sebagai jajaran direksi Manchester United. Namun, ia disebut-sebut sebagai Guru Spiritual Setan Merah, sehingga ia sela­lu dimintai pendapat ketika klub ingin men­gambil keputusan penting.

Sejauh ini, Sir Bobby tidak sekalipun mengkritik Louis van Gaal mengenai caran­ya melatih Setan Merah. Sir Bobby juga dik­abarkan sebagai salah satu orang yang mem­beri dukungan penuh kepada Louis van Gaal ketika Dewan Direksi mulai meragukan kin­erja mantan manajer Timnas Belanda terse­but.

Jika nantinya Van Gaal dipecat, Sir Bobby dipastikan akan menolak sosok Jose Mourinho sebagai manajer anyar United, karena The Special One merupakan sosok yang identik dengan kontroversial sehingga ia tidak masuk kriteria ideal manajer Unit­ed versi Charlton. Sir Bobby disebut lebih memilih Ryan Giggs untuk menjadi pelatih anyar United apabila Van Gaal benar-benar mengundurkan diri.

Pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson tentu tak bisa dilepaskan dari masalah ini. Karena, sepeninggal dirinya lah, United be­lum menemukan sosok manajer yang sesuai dengan kebutuhan direksi dan klik dengan pemain serta fans. Meski ia hanya menjabat sebagai Duta Klub, namun ia tetap menjadi sosok yang disegani oleh Direksi Klub karena prestasinya selama 26 tahun membesut Se­tan Merah.

Sosoknya disebut-sebut akan memain­kan peran vital pada masa depan Louis van Gaal di Old Trafford. Pada pertandingan kontra Southampton akhir pekan kemarin, ia tertangkap kamera mengucapkan sebuah kalimat yang diyakini sebagai ‘He’s Gone’ atau Dia Sudah Tamat yang mengacu kepada karir Louis van Gaal sebagai manajer United.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Sir Alex memiliki hubungan yang dekat dengan so­sok Jose Mourinho. Sir Alex disebut memi­liki keinginan untuk melihat The Special One membesut Setan Merah sebagai suk­sesornya, setelah ia menentang keras kepu­tusan Chelsea untuk memecat Mourinho, yang ia sebut The Blues memecat Manajer Terbaik dunia.

Selain Mourinho, Sir Alex juga men­gakui bahwa Ryan Giggs juga berpotensi un­tuk menjadi manajer anyar United. Dalam Otobiografi terbarunya, Sir Alex menyebut bahwa Dengan pengalamannya sebagai pe­main United selama puluhan tahun dan pen­galaman melatih dibawah David Moyes dan Louis van Gaal dirasa Sir Alex sudah menjadi modal penting untuk menjadi manajer Unit­ed Berikutnya.

(Rishad/Net)