IMG_0265“Berbicara dengan seseorang atau mereka yang memahami amnesia atau kelompok pendukung mungkin akan lebih meringankan bebannya”

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Alzheimer yang seperti kita ketahui adalah penyakit yang menyerang ingatan (memori) seseorang, sep­erti kejadian, informasi, dan pen­galaman. Pada umumnya amnesia tidak menyebabkan hilangnya identitas diri. Gejala yang juga disebut sindrom amnestik ini biasanya jelas dan penderita tahu siapa dirinya, tapi kesulitan belajar tentang infor­masi dan membentuk memori baru. Pada be­berapa kejadian mereka mengalami gangguan pada tingkat daya ingatnya. Meski demikian, hilangnya memori ini tidak akan berpengaruh terhadap kecerdasan, pengetahuan umum, kesadaran, rentang perhatian, penilaian, ke­pribadian, dan identitas mereka.

Amnesia umumnya disebabkan oleh keru­sakan bagian otak yang penting untuk proses memori. Tidak seperti episode kehilangan in­gatan sementara (transient global amnesia), sindrom amnestik dapat menjadi kehilangan ingatan permanen. Pengobatan klinis menye­butkan, tidak ada pengobatan khusus untuk amnesia, tapi ada teknik untuk meningkatkan memori. Dukungan psikologis dan keluarga juga bisa membantu penderita amnesia.

Ciri utama amnesia adalah gangguan ke­mampuan mempelajari informasi baru setelah permulaan dari amnesia (anterograde amnesia) serta gangguan kemampuan mengingat peristiwa masa lalu dan informasi yang dikenal sebelumnya. Orang dengan sindrom amnestik tidak dapat menyimpan informasi baru. Penderita sin­drom amnestik biasanya dapat memahami lisan dan tulisan. Mereka pun tidak kehilan­gan keahlian yang memang mereka kuasai, seperti mengendarai motor, bermain gitar.

Amnesia juga bisa terjadi karena keru­sakan struktur otak yang membentuk sistem limbik, yang mengendalikan emosi dan ke­nangan.Struktur ini meliputi talamus di pusat otak dan formasi hipokampus yang berada di lobus temporal otak.

Ada pula tipe lain amnesia langka yang disebut psikogenik atau disosiatif. Hal ini ter­jadi karena penderita shocked atau mengala­mi trauma emosional, seperti menjadi korban kejahatan. Tapi biasanya ini terjadi dalam waktu singkat.

Dokter Spesialis Syaraf Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor, Dr. Yoeswar Darisan, SpS, mengatakan amnesia di dunia kedokteran dikatakan sebagai lupa atau tidak sadar dalam beberapa saat. “Lupa saja, ini hanya simtom. Biasanya lebih karena trau­ma di kepala,”ujarnya.

Simtom ini bisa dari skala ringan hingga berat, sambung pria yang akrab disapa Yoes, jika penderita ditanya tentang kejadian yang menyebabkannya amnesia, seperti jatuh, kecelakaan, dan peristiwa ter­tentu, dia tak akan ingat sama sekali.Berbeda dengan demensia atau sering disebut pikun. “Pada penderita demensia akan ingat lagi jika diingatkan,”ujarnya.

Hingga saat ini masih belum ada pengo­batan yang bisa dilakukan untuk penderita sindrom amnestik. Sedangkan pengobatan untuk penderita sindrom yang mengarah pada demensia karena kekurangan vitamin B1 bisa dilakukan dengan mengganti vitamin dan memberi gizi yang seimbang.

Para penderita amnesia umumnya bisa diterapi secara teratur untuk mempelajari informasi baru. Bisa menggunakan kenangan utuh sebagai dasar mengambil informasi baru, bahkan bisa melalui pelatihan memori dengan mengelola berbagai strategi untuk memudah­kannya mengingat dan memahami sesuatu.

Kecanggihan teknologi pun bisa dipakai penderita amnesia, seperti personal digital assistant, BlackBerrydan iPhone. Perangkat canggih ini digunakan untuk membantu pen­derita amnesia berat dalam melakukan tugas sehari-hari. Bila tak ada perangkat canggih, kal­ender, notebook, pengingat pil, foto-foto, dan tempat tertentu juga bisa membantu mereka.

Hidup dengan penderita amnesia bukan hal yang mudah. Tidak hanya keluarga dan te­man yang dibuat frustrasi, tapi juga penderita sendiri. “Berbicara dengan seseorang atau mereka yang memahami amnesia atau kelom­pok pendukung mungkin akan lebih merin­gankan bebannya,” ujar Yoeswar.