Untitled-10Diperbolehkannya setiap anggota partai politik yang tergabung dalam Koalisi Kerahmatan mengajukan bakal calon Wakil Bupati Bogor, membuat mereka bersiap menyiapkan ‘peluru’ andalannya. Namun, ada juga diantara mereka yang memilih main aman dalam kisruh pengisian F 2 di Bumi Tegar Beriman.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

PPP sebagai pimpinan Koalisi Kerahmatan pun tidak mempermasalah­kan hal tersebut. Seperti yang diungkapkan ketua mereka, Ade Munawaroh Yanwar (AMY), jika masing-masing parpol mengajukan nama bakal calon, itu hak yang harus diapresiasi dan dia­komodir dalam koalisi.

“Itu kan hak mereka. Silah­kan saja mengajukan bakal calon. Toh, namanya juga ‘bakal’ kan. Tapi, untuk diajukan ke bupati, tetap saja dari koalisi diusahakan dua nama sebelum dipilih DPRD satu orang untuk pendamping Bu Nurhayanti,” kata AMY di sela Har­lah PPP, Kamis (28/1/2016).

Namun, AMY tidak bisa meng­garansi dua nama itu bisa mun­cul dalam waktu dekat. Tapi, ia menargetkan, usai Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Februari mendatang, dua nama dari koalisi bisa disampaikan ke bupati.

“Insya Allah, Juni atau Juli, dua nama untuk diajukan ke bupati sudah bisa dilakukan. Tapi, kalau bisa lebih cepat ada kesepakatan, ya kenapa tidak,” lanjutnya.

Sementara Ketua DPD PKS, Agus Salim memilih untuk ber­main aman dengan tidak terburu-buru mengajukan nama bakal calon dari partainya. Nama Wasto Sumarno pun dibantahnya sebagai satu-satunya calon milik mereka.

“Kita tunggu lampu hijau dari koalisi. Kalau kemarin kan hanya ngobrol silaturahmi saja. Soal Pak Wasto, lihat saja nanti. Pokoknya kita tunggu lampu hijau apakah dua nama yang diajukan ke bupati atau semua partai boleh mengaju­kan,” kata Agus Salim.

Bupati Bogor, Nurhayanti hanya bisa mengeluhkan terkait kesendiriannya jelang satu tahun memimpin Bumi Tegar Beriman yang jatuh pada 16 Maret menda­tang.

“Saya selalu katakan, berdua itu lebih baik daripada sendiri. Tinggal koalisi nih sebagai penentu bagaimana memilihkan pendamp­ingnya, Ikuti mekanisme yang ada saja yah,” kata Yanti. (*)