DSC_1661UJIAN Nasional (UN) telah usai, saatnya untuk bersiap ke perjuangan selanjunya. Apalagi kalau bukan seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi. Para calon lulusan SMA biasanya galau dengan perguruan tinggi yang akan mereka pilih. Nah, dalam hal ini, mereka harus pandai bermain strategi ketika mendaftar ke kampus negeri. Sebab, tidak jarang siswa masih kebingungan dalam memutuskan akan memilih perguruan tinggi mana dan memilih jurusan kuliah apa.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Untuk memfasilitasi informasi yang dibutuhkan para murid-muridnya, SMA Negeri 6 Kota Bogor menggelar Expo Cam­pus 2016, tepat di pelataran lapangan basket SMAN 6.

Sebanyak 21 perguruan tinggi negeri dan swasta hadir dalam expo ini. Dian­taranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universi­tas Padjadjaran Bandung, STAN, CCIT Fakultas Teknik UI, Universitas Pancas­ila, Universitas Trisakti, STIE Trisakti, Universitas Paramadina, Universitas Parahyangan Bandung, IT/IM Telkom Bandung, ABFI Institutes Perbanas, dan masih banyak lainnya.

Pengunjung acara tak hanya di­hadiri siswa SMAN 6 saja, acara juga banyak dihadiri juga oleh orang tua serta perwakilan guru BK dan siswa dari sekolah-sekolah lain di kota Bogor. Standperguruan tinggi membuka kon­sultasi bagi para pengunjung yang ingin mengetahui lebih detail informasi Per­guruan Tinggi. Kegiatan ini juga sudah menjadi agenda tahunan rutin di SMAN 6, dan menjadi suatu agenda kebutuhan semua warga SMAN 6.

Baca Juga :  IPB Bangun Ketahanan Pangan Keluarga di Tengah Pandemi Melalui "Budikdamber"

Kepala SMA Negeri 6 Kota Bogor, DR.Hj. Aidawati, MPd, mengaku saat ini semua anak-anak SMA yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi masih dilingkupi rasa galau yang tinggi. Apa­lagi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan segera di lakukan pada Maret mendatang, arti­nya waktu anak-anak ini sudah semakin mepet. Oleh karena itu pihak sekolah memberikan fasilitas informasi melalui Expo Campus.

“Saya berharap kegiatan ini mem­buka wawasan siswa untuk mengenal potensi diri , memberikan informasi yang lengkap tentang Perguruan Tinggi kepada siswa maupun orang tua. Cara ini sangat efektif, jadi pada saat pemili­han di SNMPTN anak-anak sudah yakin dan mantap dengan pilihan mereka,” urainya, saat ditemui Bogor Today di sela kegiatan.

Rasa optimis Aida tak pernah padam manakala melihat potensi anak-anak di­diknya itu sangat luar biasa. Sebab per­saingan sehat itu sudah kebiasaan bagi anak-anak SMANSA dengan bersaing antar teman di sekolah. “Saya percaya anak-anak didik saya ini mampu bersa­ing dengan putra putri terbaik bangsa lainnya. Saya lihat keinginan mencari sumber ilmu lainnya sering mereka cari diluar sana,” papar wanita berkacamata ini.

Menurut Aida, acara ini juga mem­bangun karakter yang baru bagi mu­rid-murid kebanggaannya itu. Selain menggali info secara detail, mereka juga belajar mendata dengan quota dan persentase yang dibeberkan universi­tas-universitas yang hadir. “Itu sama dengan data statistik, disitu mereka be­lajar mendata dan memutuskan sesuatu hal yang besar bagi masa depan mereka sendiri,” terangnya.

Baca Juga :  Kelompok Bogorkab42 Berikan Edukasi Virtual Meeting Kepada Masyarakat

Campus Expo ini juga diharapkan Aida, dapat membuka mata siswa-siswi SMAN 6 lainnya, jadi informasi bukan hanya buat mereka yang akan lulus. Sehingga adik-adik kelasnya ini dapat mempersiapkan diri lebih matang lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia Expo Campus SMAN 6 2016, Moldy Mutiara menjelaskan ada 17 universitas negeri dan empat universitas swasta yang ber­gabung dalam Expo Campus ini.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting bagi para calon lulusan-lulusan yang hendak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, karena serupa den­gan pengalamannya tahun lalu, ia send­iri membutuhkan informasi yang detail mengenai universitas dan jurusan yang akan diambil.

“Antusias adik-adik sangat tinggi, mereka sangat aktif bertanya menge­nai masing-masing universitas yang hadir. Saya sangat menyarakan kepada mereka agar cerdik dalam mengisi ko­lom pemilihan universitas, kalau bisa jangan ada universitas yang sama. Lalu banyak juga mereka yang ukit-ikutan temannya, lalu kemudian menyesal ketika sudah memilih. Lebih baik per­caya diri dan menggali jurusan sesuai dengan hati dan kualitas diri,” tam­bah mahasiswa IPB yang juga alumni SMAN 6 ini. (*)