anfieldPerang urat syaraf jelang laga Arsenal kontra Liverpool mulai memanas. Manajer The Reds, Juergen Klopp tengah menggodok strategi untuk menjungkalkan The Gunners di Anfield, Kamis (12/1/2016) dini hari nanti. Sementara Arsene Wenger mengakui jika laga di Anfield selalu panas dan ganas.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Menjamu pimpinan klasemen, Klopp menilai sang lawan selalu memiliki gaya sendiri dengan penguasaan bola. Masalahnya, kata Klopp, The Gunners juga memiliki se­rangan balik yang menakutkan.

“Arsenal dan Arsene punya gayanya sendiri. Yakni sepakbola dengan pengua­saan bola, jadi jelas bahwa kalau kami ber­main dengan cara yang sama, kami takkan punya peluang karena mereka sudah lebih lama melakukannya,” ujar Klopp di Liver­pool Echo.

“Masalahnya Arsenal bukan cuma tim yang mengandalkan penguasaan bola bagus, mereka juga punya serangan balik bagus dan itulah yang harus diwaspadai. Tugas saya adalah berpikir mencari solusi untuk mere­dam mereka menjalannya rencananya send­iri. Saya suka pekerjaan seperti ini.”

“Mereka dapat dikalahkan. Tak mudah tapi tetap mungkin. Kami akan membuat perencanaan untuk pertandingan ini dan membuat keputusan perihal tim. Kami benar-benar menantikannya, kami amat an­tusias,” tuturnya.

Liverpool membuka 2016 dengan kekala­han di markas West Ham United pada partai Premier League. Itu merupakan kekalahan ketiga ‘Si Merah’ dari enam laga terakhirnya di ajang tersebut. Di sisi lain ‘Gudang Peluru’ mampu menuntaskan dua laga terakhirnya di Premier League dengan kemenangan, wa­laupun tepat sebelum itu kalah telak 0-4 di markas Southampton.

“Senantiasa jadi sebuah tantangan be­sar menghadapi klub seperti Arsenal. Tapi dalam beberapa pekan terakhir kami telah memperlihatkan bahwa kami selalu punya rencana melawan tim-tim yang memainkan sepakbola bagus,” ucap Klopp.

“Kami tak memperlihatkan konsistensi tapi performa di markas Stoke jadi cerminan bagus mengenai kemampuan tim. Kami ha­rus menampilkan permainan sebagus mung­kin dan membuat keputusan jitu pada saat yang tepat agar sukses,” tegasnya.

Sementara Arsene Wenger memperki­rakan sebuah partai yang keras. Liverpool sendiri sejauh ini tercatat sebagai tim yang punya persentase memenangi tekel pal­ing besar yakni 46 persen seperti dilansir Squawka. Mereka juga cukup andal dalam duel udara dengan persentase sukses 51 persen, menempati urutan empat dalam as­pek ini.

Secara keseluruhan, Liverpool punya persentase memenangi duel sebesar 49 persen. Angka itu membawa mereka men­empati urutan tiga dalam urusan memenan­gi duel. Arsenal di lain sisi punya persen­tase memenangi duel paling tinggi yakni 53 persen. Mereka punya rataan tekel sukses sebesar 43 persen dan memenangi 55 persen duel udara. Catatan ini mendukung perki­raan Wenger untuk laga nanti.

“Setiap kali kami pergi ke Anfield, kami menghadapi sebuah tim yang siap untuk berduel. Laga di sana selalu merupakan pertarungan yang ganas, tak peduli siapa manajernya. Mereka punya seorang manajer tangguh sebelumnya, mereka punya seorang yang sangat tangguh sekarang dan (Juergen) Klopp punya karakter untuk bekerja dengan baik di sana,” imbuhnya.

Soal gaya pressing yang diterapkan Klopp di Liverpool, Wenger percaya timnya tak akan gagap karena rata-rata tim modern disebutnya sudah selalu bermain dengan pressing gencar. “Kami perlu memainkan pertandingan di tempo yang bagus. Kami su­dah terbiasa dengan pressing. Bukan cuma Liverpool yang melakukannya, semua tim di sepakbola modern melakukannya,” tandas­nya.

(*/Net)