Mukena-Siap-PackingUsaha yang dirintis oleh Deti No­vianti (Denovi) sejak Maret 2014 awalnya hanya menjual produk mukena. Seiring berjalannya us­aha ini, teman-teman Devi ada yang meminta untuk dibuatkan baju dan gamis juga. Dari seringnya menerima pesan­an pembuatan gamis teman-teman terse­but, Deti melihat ini adalah peluang untuk merambah produk gamis pada tahun 2015. Bahan utama yang dipakai dalam membuat produknya adalah bahan Katun Jepang.

Ide usaha untuk menjual mukena awal­nya Deti sering kecewa dengan bahan baku dan model mukena yang ia beli di pasaran. Dia sering menemukan beberapa mukena yang tidak pas dengan seleranya.

Karena seringnya ukuran mukena yang dijual di pasaran kekecilan dibadan sehing­ga tidak leluasa digunakan untuk melaku­kan gerakan-gerakan sholat. Saat gerakan takbir tangan kita kelihatan, saat duduk tahiyat ujung kaki kelihatan, karet pinggang yang terlalu ngepas membuat saat duduk ti­dak nyaman dibagian pinggang.

Deti orang yang sangat mementingkan kenyamanan saat sholat. Dengan nyaman, katanya, kita bisa sholat dengan khusyu. Model mukena yang banyak beredar di pas­aran kurang memperhatikan hal itu, seperti bagaimana model bagian kepala, tali muka, penyangga dagu sampai bagian rok yang membuat tidak nyaman saat digunakan. Dia menemukan jahitan mukena yang dijual ke­banyakan kualitas konveksi kodian, sehing­ga mudah rusak.

Baca Juga :  Kreasi Ditengah Pandemi, Patriot Desa Latih Emak-emak Rengasjajar

Kalaupun misalnya ada mukena yang ukuran dan model sesuai walaupun sangat jarang, tapi tetap terkendala dengan bahan yang kurang nyaman, terasa panas dan ti­dak mudah menyerap keringat. “Dari keke­cewaan itulah timbul ide saya untuk berino­vasi membuat mukena yang bisa mengobati semua kekecewaan saya tentang mukena yang beredar di pasaran,” ungkap Deti.

Menurut Deti, perjuangan membuka usaha Denovi hampir sama dengan jenis usaha apapun. Dalam berbisnis pasti kita mengalami up and down. Perjuangan spe­sifik berbisnis mukena adalah harus meya­kinkan konsumen bahwa mukena bukan hanya dibutuhkan saat menjelang Lebaran saja, tapi adalah produk yang harus kita beli sepanjang tahun. Saya masih terus ikhtiar dan belajar dalam hal ini.

Harga untuk mukena anak sampai dewa­sa adalah Rp. 195.000 per set sampai den­gan Rp. 325.000 per set. Setiap set terdiri dari mukena atas bawah, tas dan sajadah muka. Untuk harga gamis juga bervariasi tergantung model, kisaran Rp. 210.000- Rp.350.000.

Kelebihan produk Denovi adalah ukuran yang leluasa untuk melakukan gerakan-gerakan sholat, sehingga kita bisa sholat dengan nyaman tanpa kha­watir ada aurat yang terlihat saat melaku­kan ruku dan sujud. Model yang dibuat dengan memperhatikan ergonomi tubuh terutama di bagian dahi, dagu dan ping­gang. Kualitas jahitan setara butik, bukan setara jahitan konveksi. Kelengkapan yang membuat pemakai lebih puas, baik dari model maupun ukurannya (tas mukena dan sejadah muka).

Baca Juga :  Kreasi Ditengah Pandemi, Patriot Desa Latih Emak-emak Rengasjajar

“Kualitas bahan katun Jepang yang kita seleksi berkualitas baik, bukan kain katun Jepang kualitas rendah. Pelayanan tamba­han bagi customer yang membeli produk Denovi untuk hadiah, Denovi juga melay­ani pengirimannnya dengan menyiapkan bonus berupa kartu ucapan yang cantik,” lanjutnya.

Sistem penjualan dengan cara sistem online melalui BBM, WA, dan mempromosi­kan produk di akun facebook Deti. “Untuk bazar biasanya reseller saya yang menga­dakan. Kami juga menerima kerjasama re­seller,” katanya.

Modal untuk usaha Denovi sekitar Rp. 2.000.000. untuk membeli bahan dan ongkos jahit. Dari modal awal sedikit-sedikit berputar sehingga bisa membeli mesin jahit, mesin obras, mesin potong dan membuka workshop sendiri di rumah Devi. “Omset tidak tentu, tapi kalau dirata-ratakan Rp. 3.000.000-Rp. 5.000.000. Saat menjelang Ramadhan bisa melonjak hingga 10 kali lipatnya. Usaha saya ini tergolong baru dan han­ya memanfaatkan modal yang bergulir dari hasil penjualan saja, karena saya sangat menghindari hutang atau bantuan kerjasama modal. Jadi om­set sebenarnya tidak menjadi fokus saya, yang menjadi fokus saya adalah komitmen dengan kualitas produk yang tetap terjaga dan bertumbuhnya usaha sedikit demi sedikit,” pungkas­nya.

(Hesti Amelia)

3 KOMENTAR

  1. Share ilmunya dong…. kbtulan saat ini sy ingin juga merintis usaha mukena anak…. tapi masih awam skali

Comments are closed.