Untitled-7BOGOR TODAY – Menjijikan. Inilah yang terlontar saat berkunjung dan melintas di Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bo­gor. Bau tak sedap tercium tiga hari belakangan. Bahkan, belatung juga nampak menge­pung sampah di dalam truk. Ihwal diparkirnya ribuan ton sampah di kantor kebersihan adalah penolakan dan pem­blokiran jalur Galuga oleh warga Bogor Barat.

“Sudah beberapa hari truk sampah parkir disini, karena bingung mau buang sampah kemana, di Galuga sudah ti­dak bisa buang sampah lg,” kata Sudrajat, salah satu staff DKP Kota Bogor, kemarin.

Bau tak sedap dinilai mu­lai mengganggu masyarakat disekitar DKP Kota Bogor. Uniknya lagi, disekitar area DKP banyak terdapat restoran yang menyajikan berbagai menu makanan.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Bogor Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Sepekan Kedepan

“Terganggulah mas, bau­nya ga enak banget. Pelanggan yang makan disini jadi tergang­gu, omset juga mulai menu­run,” keluh salah seorang supervisior restoran, tak jauh dari Kantor DKP Kota Bogor.

Menumpuknya sampah di kantor urusan kebersihan dan taman ini adalah buntut molornya pengurusan kon­trak pakai Tempat Pembuan­gan Akhir (TPA) Galuga antara Pemkot dengan Pemkab Bo­gor. Kontrak ini habis pada De­sember 2015 lalu, dan hingga kini belum jelas apakah diper­panjang atau tidak.

Warga yang berlokasi di Jalan Raya Cibungbulang, Ka­bupaten Bogor juga menolak untuk memperpanjang kes­epakatan kontrak yang telah ditawarkan Pemkot Bogor, alasannya Pemkot dinilai tidak maksimal mengelola sampah di TPA Galuga.

Baca Juga :  DPRD Dukung Penuh Vaksinasi

“Selama ini tata kelola TPA Galuga tidak maksimal, sehingga mencemari lingkun­gan. Setiap truk yang lewat sampahnya sering berceceran dan menimbulkan bau yang mengganggu warga,” kata Zaenal Abidin salah seorang warga dekat TPA Galuga.

Kepala DKP Kota Bogor, Irwan Riyanto, tak bisa dim­intai keterangan soal sampah ini. Handphonenya tak aktif. Ia juga tak berkantor beberapa hari terakhir. Beberapa anak buahnya mengakui jika bos­nya itu sibuk membahas ker­jasama perpanjangan kontrak Galuga.

(Abdul Kadir Basalamah)