PKL-pasbogor-(4)BOGOR TODAY – Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) kerap menjadi peng­hambat dalam penerapan pro­gram Sistem Satu Arah (SSA) milik Pemerintah Kota Bogor. Tidak mudah untuk merelokasi keberadaan puluhan PKL yang kerap menempati trotar Jalan Otista.

Kabag Usaha dan Jasa pada PD Pasar Pakuan Jaya, Rizal Utami menjelaskan, berbagai langkah sudah dilakukan dalam merelokasi PKL di Otista dan Suryakencana.

Beberapa opsi, seperti relo­kasi ke Jalan Roda pun sudah disiapkan. Jalan Roda bakal dija­dikan tempat sementara penam­pungan PKL terutama pasar tumpah yang kerap memenuhi badan jalan di malam hari. Na­mun untuk mewujudkan relokasi ke Jalan Roda itu ada sejumlah kendala-kendala, diantaranya para PKL enggan dipindahkan ke Jalan Roda.

“Kami sudah mensosialisa­sikan relokasi sementara para pedagang malam ke Jalan Roda, namun mereka menolak untuk dipindahkan, ini masih dalam pembahasan dan upaya men­cari solusinya,” ungkap Rizal.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Gelar Open Table Pelanggan Baru

Selain itu, PKL yang menem­pati trotoar di Jalan Otista juga menolak untuk direlokasi ke Pasar Bogor, padahal PDPPJ su­dah menyiapkan lokasi penam­pungan untuk para PKL yang memiliki lapak di Jalan Otista di lantai 2 Pasar Bogor.

Pedagang di Jalan Otista ber­jumlah dibawah seratus dan untuk pedagang malam pasar tumpah ada sekitar 500 pedagang. “Jadi pedagang yang memiliki lapak itu meminta supaya direlokasi ditem­patkan di pinggir jalan, sedangkan yang PDPPJ miliki hanya di lantai 2 pasar Bogor. Jadi penolakan peda­gang itu masih intensif dilakukan upaya-upaya solusi dan kami juga terus mencari langkah lainnya,” jelasnya.

Dalam proses relokasi, semua stake holder terkait ha­rus turun tangan, karena ada warga di wilayah Kelurahan Ba­bakan Pasar yang harus diberi­kan sosialisasi dan pemahaman terkait rencana tersebut.

Baca Juga :  Direksi Tirta Pakuan Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan SPAM Bogor Raya

“Kita akan mendata semua pedagang, baik yang memi­liki lapak maupun pedagang malam. intinya kita terus men­dorong agar para pedagang mau direlokasi, sehingga ka­wasan Jalan otista steril dari PKL dan SSA bisa direalisasi­kan,” tandasnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi, meminta Pemkot Bogor menyelesaikan permasalahan PKL di Jalan Otista dan Jalan Suryakencana. Jangan sampai permasalahan PKL belum teratasi, program SSA direalisasikan, hingga men­imbulkan masalah baru.

“Kalau semua sudah diatasi, terutama masalah PKL di Jalan Otista, Jalan Suryakencana dan Jalan Dewi Sartika, baru SSA bisa direalisasikan. Kami minta Pem­kot tidak terburu-buru dalam mewujudkan SSA, karena berb­agai dampak harus diantisipasi dulu sebelum pelaksanaan pro­gram ini,” katanya.

(Abdul Ka­dir Basalamah|Yuska)