londonJAKARTA, Today – Kendati sudah dipastikan tak masuk proyeksi Olimpiade, PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) tetap beru­saha agar balap sepeda bisa tetap memiliki kesempatan tampil di Rio de Janeiro bulan Agustus mendatang.

“Kalau demikian keputusannya, itu hak dari Satlak Prima. Kami juga tidak bisa in­tervensi. Yang jelas PB ISSI akan terus men­gupayakan agar balap sepeda bisa dapat wild card,” kata Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, ketika dihubungi, Selasa (19/1/2016).

Salah satu upayanya adalah dengan terus melobi UCI (Union Cycliste Internationale) terkait rencana menggelar tiga seri turnamen level C2 perlombaan BMX tahun depan.

Ini dilakukan guna mendongkrak perole­han poin negara. PB ISSI masih menunggu putusan UCI terkait pengajuan mereka untuk gelar turnamen internasional di Yogyakarta, Siak (Riau), dan Banyuwangi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satlak Prima telah memutuskan untuk tidak mengi­kutsertakan pebalap sepeda BMX dalam bur­sa persaingan kualifikasi Olimpiade Rio.

Keputusan diambil setelah melihat kondi­si atlet utamanya, Elga Kharisma, yang masih dibekap cedera lutut.

“Sampai saat ini kami PB ISSI terus me­lobi UCI untuk gelar seri turnamen itu. Keputusannya baru nanti di Jepang, 25-26 Januari mendatang. Kalau kita bisa meng­gelar ini kan poinnya bisa bertambah,” ujar Okto yang juga merupakan Chef de Mission kontingen “Merah Putih” di Olimpiade men­datang.

Pengakuan Ketua bidang BMX PB ISSI sekaligus pelatih Elga, Dadang Haries Pumo­mo, si atlet sebenarnya sudah sembuh dari cedera lutut yang sudah dialaminya sejak 2013. Hal itu dibuktikan dari program latihan yang dilakukannya Elga secara teknis tidak menganggu.

Kendati hasil tes medis menyatakan sebaliknya. Elga masih dinyatakan sakit. “Secara teknis itu tidak mengganggu program latihan sama sekali. Tapi secara medis dinyatakan sakit. Saya juga bin­gung,” ujarnya.

Walau begitu, kata Dadang, PB ISSI ma­sih akan menjalankan program latihan sesuai dengan komitmen timnya sejak awal, yang ingin mendorong balap sepeda BMX masuk dalam Olimpiade Rio.

“Apapun keputusan Prima, program PB ISSI tetap jalan. Jadi siapapun yang berang­kat silakan, bagaimana kebijakannya. Kami tidak hanya bertumpu pada Elga, untuk bisa mendapat poin kita bergantung pada pelapisnya untuk meraih poin negara dalam kualifikasi Olimpiade Rio,” tandas Dadang.

(Imam/net)