PilgubWacana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mencalonkan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang belum mendapatkan dukungan kuat dari Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima.

Oleh : Abdul Kadir Basalamah
[email protected]

Pencalonan yang diwacanakan Ket­ua Umum PAN, Zulkifli Hasan ma­sih sekedar perbincangan ringan dan belum mencapai kategori serius untuk dilaksanakan,” ujar Safrudin.

Ia katakan, memang sudah ada obrolan dengan beliau (Bima Arya,red), tapi ini kan baru starting, baru masuk kata pembuka, belum terlalu serius. Karena belum ada pe­nyampaian secara formal.

Menurut Safrudin, ketiga nama tersebut yakni Walikota Bogor Bima Arya, Eko Patrio dan Desi Ratnasari, maju melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, merupakan satu di antara ratusan generasi muda yang mempunyai potensi memimpin DKI Jakarta mendatang.

“Kami semua selalu siap dilempar kema­na saja, hanya pimpinan punya pertimban­gan sendiri dari tiga orang ini. Masih banyak kader layak diadu. Tapi, kembali lagi bahwa ketum punya penilaian sendiri,” beber dia.

DPD PAN Bogor siap mendorong dan menopang rencana tersebut jika benar. Menurut dia, kader partai PAN Kota Bogor berharap Bima Arya masih dapat memimpin Kota Bogor.

“Masih berharap bisa memimpin Bogor, tapi suasana batin antarperorangan ini bisa dipatahkan oleh sikap kelembagaan,” sam­bung Safrudin.

Ditempat yang sama, Bima Arya men­gaku, tugasnya sebagai Walikota Bogor belum tuntas, pihaknya mengaku masih banyak yang harus dibenahi di Kota Bogor, mulai dari pengelolaan sampah, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kemacetan yang masih banyak dikeluhkan.

Menurutnya, tiga hal tersebut meru­pakan prioritasyang harus dibenahi untuk memenuhi janjin­ya kepada masyara­kat Kota Bogor terlebih da­hulu.

“Hari- hari saya didedika­sikan un­tuk tugas dan tang­gung jaw­ab saya menyele­saikan persoalan yang di­nanti warga Bogor, seperti macet, sam­pah dan PKL,” ujar Bima.

Menurut Bima, disisi lain mengaku sebagai kader partai juga harus siap ditem­patkan dimana saja untuk bertugas, termasuk apabila menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta tahun depan.

Namun ia menghormati keputusan Ketum PAN, namun ia masih ingin fokus dalam membenahi tatanan Kota Bogor terlebih dahulu dan tidak mau memikirkan hal itu lebih lanjut.

“Saya hormati keputusan Ke­tum, tetapi saya ingin berkonsen­trasi 100 persen membenahi Kota Bogor terlebih dahulu, karena saya masih milik kota Bogor,” pungkasnya .

(Rishad)