Untitled-9NAPLES, TODAY – Napoli ga­gal merebut puncak klasemen sementara Liga Italia Serie A dari Juventus akibat hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu AC Milan di San Paolo, Se­lasa (23/2/2016) dinihari

Juve yang sudah lebih dulu me­mainkan pertandingan di Serie A hanya bermain imbang 0-0 mela­wan Bologna. Dengan hasil terse­but, Juve yang mengumpulkan 58 poin berisiko tergusur oleh Napoli yang cuma terpaut dua angka.

Tapi, Napoli justru gagal me­manfaatkan peluang tersebut. Sempat unggul lebih dulu, gol Lorenzo Insigne di menit ke-39 langsung dibalas Giacomo Bo­naventura lima menit berselang.

Di babak kedua, meski lebih agresif, Na­poli tak mampu mencetak gol lagi. Dengan tambahan satu poin, Napoli masih tetap menempati peringkat kedua klasemen den­gan 57 poin.

Selisih poin dengan Juve kini hanya ting­gal satu angka saja. Sementara itu, Milan belum beranjak dari posisi keenam dengan 44 poin.

Napoli kini sudah tiga laga tanpa ke­menangan, usai ditahan imbang AC Milan di kandang sendiri. Maurizio Sarri menyebut timnya cuma kurang beruntung saja.

Sarri merasa timnya kurang beruntung di laga malam tadi, karena tampil benar-benar dominan. Mereka punya penguasaan bola mencapai 64%, melepaskan 19 tem­bakan dengan empat tepat sasaran dan satu membentur tiang.

Di saat bersamaan Milan cuma dibiarkan punya dua upa­ya yang mengarah ke gawang dari tujuh percobaan.

“Apa yang hilang di tiga laga ini? Sedikit keberuntungan. Laga kami melawan Juventus itu benar-benar berbeda, kare­na ada sangat sedikit peluang untuk kedua tim,” kata Sarri ke­pada Mediaset.

“Malam ini kedua tim men­ciptakan peluang-peluang, ada kekecewaan bahwa kami menuntaskan babak pertama di skor seimbang, karena Milan hampir tak memegang bola. Gol penyama mereka juga jelas terpengaruh oleh pelanggaran yang lebih dulu terjadi pada Elseid Hysaj. Kami marah, peluang membentur tiang, dan sudah mencoba segalanya dengan 4-2-4 yang bisa saja san­gat berbahaya. Tapi ini adalah malam di mana kami harus mengambil risiko,” lanjutnya.

“Saya meminta maaf ke­pada penggemar bahwa kami tidak menang, karena mereka malam ini spektakuler. Kami mencoba segalanya. Saya me­lihat pergerakan tanpa bola dan lebih banyak peluang ter­cipta, jadi ini adalah pening­katan dalam hal performa,” imbuhnya.

Sementara Allenatore Mi­lan, Sinisa Mihajlovic terkesan dengan penampilan timnya di San Paolo. Dengan performa seperti itu, Milan diyakini bisa bersaing ke tiga besar. Meski demikian, barisan pertahanan Milan mampu menahan gem­puran Napoli. Gianluigi Donna­rumma juga tercatat melaku­kan tiga kali penyelamatan sepanjang pertandingan.

“Itu adalah laga yang sangat sulit di stadion di mana nyaris mustahil meraih kemenangan. Jangan lupa Napoli musim ini meraih 10 kemenangan dan cuma dua kali imbang di sini,” ujar Mihajlovic kepada Mediaset Premium.

“Napoli mendominasi per­tandingan dan mengambil inisi­atif, seperti seharusnya, semen­tara kami mencoba melukai mereka lewat sebanyak mung­kin serangan balik. Ini adalah cara kami mempersiapkan per­tandingan, karena kami tidak bisa melakukan hal lainnya,” imbuhnya.

Hasil ini membawa Milan memperpanjang catatan tak terkalahkannya menjadi dela­pan pertandingan. Berbekal laju tersebut dan performa yang membaik, Mihajlovic ma­sih yakin Milan bisa mengejar tiga besar. Saat ini, Rossoneri ada di posisi keenam dengan 44 poin, terpaut delapan an­gka dari Fiorentina yang ada di urutan ketiga.

“Setelah tujuh laga tak ter­kalahkan, bahkan melawan Fiorentina, Inter, dan Napoli, kami juga bisa bersaing un­tuk tiga besar jika kami terus menjaga performa ini,” lanjut Mihajlovic.

“Kami tampil bagus dalam bertahan, tapi bisa saja lebih baik dalam menyerang. Kami butuh karakter dan determinasi yang lebih, tapi saya memuji anak-anak karena mereka jadi tangguh, cara saya menyukai mereka,” katanya menambah­kan.

(Rishad/Net)