Untitled-12BOGOR TODAY – Paguyuban Pedagang Cu­rug Mekar (P2CM) menggelar acara gelar Bu­daya Sunda bertajuk ‘Tema Ngaraksa Ngarik­sa Ngamumule Lemah Cai’, jika diartikan menjaga, memelihara dan memanfaatkan seni budaya Sunda di Bogor. Acara ini dilak­sanakan sebagai bentuk syukur untuk Tuhan YME atas apa yang telah dianugerahkan.

Acara ini dihelat di bundaran Yasmin Curug Mekar Kota Bogor. Beberapa su­guhan yang tampil diantaranya dari Pade­pokan Seni Jigprak pimpinan Abah Jana, Kecapi Suling pimpinan Ki Sukma, Tari Jaipong oleh penari Sahira dari Sanggar Seni citra Resmi Kota Bogor, Tarian Nus­antara persembahan Jakarta untuk P2CM binaan Edwin Ichwan, Gendang Penca dan Pembacaan Wangsit Siliwangi oleh Mama Arif Hidayat, budayawan asal Kota Bogor.

Baca Juga :  Mural Dihapus, Poster Sindir Pemerintah Muncul

Selain suguhan seni dan budaya, acara juga dibalut dengan serah terima Kujang Pajajaran secara simbolis oleh Ki Wahyu, Guru Teupa Kujang Pajajaran diberikan kepada Ketua Umum dan Ketua panitia acara, Medi Jumhari.

Acara disambut antusias oleh para pen­gunjung. Acara ini ditujukan untuk mem­pertahankan nilai-nilai tradisional warisan leluhur dalam menghadapi gempuran bu­daya modern. Para panitia acara juga men­genakan baju putih dan hitam yang dikenal sebagai Baju Kampret. Tak lupa, mereka juga mengenakan tutup kepala, atau dalam istilah Sunda namanya totopong.

Baca Juga :  Penyalahgunaan Narkotika di Bogor Menjadi Bom Waktu, Ini Penjelasan LIPI

Acara dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh pemerintahan di Kota Bogor, sep­erti Jajat Sudrajat ( Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ), H. Syahlan Rasyidi ( Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Eko­nomi Kreatif Kota Bogor), Rustandi (Kasi Bina Politik pada Kesbangpol Kota Bogor), Perwakilan Kapolresta Kota Bogor, Danra­mil Bogor Barat, Perwakilan Polsek Bogor Barat, Lurah Curug Mekar Kota Bogor, Karyawan Fathurahman (Budayawan Kota Bogor), Apih Helmi ( Wakil Ketua IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia wilayah Jawa Barat), Dadang M (Ketua IPSI Kota Bogor), Ki Wahyu ( Guru Teupa Kujang Pajajaran dan Kang Johan Gauss dari Kanpora Kota Bogor.

(Mardiah Faradz)