bambangsBambang Sudarsono

BANYAK simbol di era rasionalisasi modern yang membuat hidup ny­aman (comfort) dengan cara mudah dan murah. Butuh sesuatu tinggal browsing lewat media on line. Semua tersedia lengkap. Maraknya med­sos membuat orang ny­aman dan mudah untuk berinteraksi dengan sia­papun. Teman lama su­dah bukan lagi teman lama, ia bisa menjelma menjadi “teman baru” dalam setiap detik.

Hubungan antar manusia secara empiris, fisik, dan emosional lambat laut berubah men­jadi hubungan antar perangkat elektronik. Ka­lau dulu orang sama-sama mendekatkan diri lewat sentuhan emosi dan tatapan mata, kini sudah tidak lagi. Sekarang komunikasi lewat ponsel bisa memungkinkan sama-sama meli­hat wajah. Ungkapan: “Yang jauh didekatkan dan yang dekat dijauhkan” kini terbukti sudah. Akuku dan akumu menjadi pribadi terpisah, yang lambat laun memudarkan kebersamaan alamiah akukita. Orang terikat koneksi lewat benda elektronik. Yang alamiah diganti den­gan pola hidup manusia modern.

Herbert Marcuse, filsuf eksklusif dari Mahzab Frankfurt, pernah mengatakan, “Se­makin orang berupaya membebaskan diri dari pola hidup yang alamiah, maka semakin tidak bebas”.