IMG_6098Mie Ramen Jepang tak asing lagi di telinga kita. Tak dapat dipungkiri, kenikmatan mie ramen ternyata juga disukai oleh lidah orang Indonesia. Tidak heran bila banyak pebisnis yang mulai tertarik mengembangkan peluang bi snis mie ramen tersebut. Beragam topping lezat dan sajian rasa pedas yang t awarkan mie ramen memang sangat menggugah selera.

Hesti Amelia
([email protected])

Lisna Hanafiah adalah pebisnis yang menangkap peluang menggiurkan dari bisnis kuliner mie ramen. Se­belumnya, Ramen Giant didirikan di Bandung oleh keluarga besarnya. Wanita ini juga tergiur untuk mengembangkan bisnis Ramen Giant di kawasan Bogor. Tepat­nya pada bulan Desember 2015, dirinya telah merintis bisnis tersebut. Citarasa mie ramen yang lezat membuat bisnis kuliner ini maju dengan pesat.

Melihat keluarga besarnya sukses dengan usaha Ramen Giant, Lisna juga ingin mencoba kesuksesannya dalam hal menjual ramen. Ternyata menurut Lisna, tidak semudah membalikan tangan, butuh perjuangan.

“Yang menjual ramen di daerah sini masih jarang, awalnya rasa ta­kut pasti ada karena mengeluarkan modal yang tidak kecil. Namanya berdagang pasti pasang surut. Apa lagi di dua bulan pertama sepi. Beda waktu pertama buka d Bandung sangat ramai terlebih kita memberikan 300-500 porsi ra­men. Hanya saja saat awal kita buka di Bogor lalu memberikan porsi gra­tis malah sepi. Mungkin salah saya ke­tika membagikan brosur pada saat anak sekolah libur, jadi orang tidak tau,” ungap Lisna, kepada Bogor Today.

Seiring berjalannya waktu, orang sudah banyak tau tentang Ramen Giant Pakuan. “Dari pelanggan sering bilang ramen kita enak, dan tempatnya enak dipakai untuk nongkrong bareng dengan teman,” katanya.

Menurut Lisna, kuliner Ramen Giant Pak­uan menyajikan variasi citarasa kuah mie ramen yang sangat sedap dengan harga ter­jangkau. Oriental, ramyun, kare, dan original chicken merupakan variasi kuah yang menjadi andalan bisnis kuliner tersebut. “Kebanyakan orang suka dengan kuah ramyun karena rasan­ya asam asin pedas,” jelas Lisna.

Otak-otak kering, chikuwa, crab stick, an­gry bird, rice bowl, dan ekkado merupakan daftar topping yang disajikan. Dengan memiliki 17 macam ramen, satu porsi ramen Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp 15.000-Rp 25.000. “Yang palig favorit ada Ramen Giant Spe­cial, ramen seoul dari ayam panggang, dan katsu ramen, ” kata Lisna.

Jika Anda ingin makan selain menu ra­men, Ramen Giant juga menyediakan menu pilihan seperti nasi dan cemilan. Untuk favorit menu nasinya seoul bimbimbap, seafood bim­bimbap, ekado bimbimbap dimana terdapat nasi, telor, macaroni, dan mix vegetable se­harga Rp 17.000-Rp 20.000. Tersedia juga nasi goreng. Sedangkan makanan ringan ada com­bo plating, dan chicken schinitzel seharga Rp 15.000-Rp 25.000.

Untuk minumannya Ramen Giant Pakuan mengandalkan teh bohay karena harganya murah namun gelasnya sangat besar atau bohay sekali. Tapi ada juga lime florida, dan yoghurt yang diambil langsung dari Bandung. Kisaran harga minuman dari Rp 5.000-Rp 15.000.

Yang membedakan Ramen Giant dibanding dengan ramen tempat lain dari segi kualitas rasa. Ke­banyakan ramen dilain tempat bumbunya asli jepang, tetapi Ramen Giant menggunakan bumbu asli dari Indo­nesia. Ramen Giant juga memiliki sambal khas rempah dengan menggunakan bahan-bahan rempah pilihan. Satu lagi keunggulan Ramen Giant bisa me­milih ingin memakai kuah rasa apa yang telah disediakan.

Selama menjalank­an bisnis ini menurut Lisna kendala pasti ada namun ia sudah lalui. Sep­erti sepinya pengunjung saat liburan sekolah. “Karena kita target pasarnya mahasiswa dan anak sekolah. Apa lagi di tanggal merah kita sepi,” terangnya.

Ramen Giant yang beralamat di Jalan Padi Nomor 9 Ruko C Cihe­leut, Bogor (dekat dengan Universi­tas Pakuan) buka setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB. Dengam memakai modal Rp. 150.000.000, tiap harin­ya Ramen Giant dapat membuat kurang lebih 80 porsi ramen. (*)