Untitled-7REAL Madrid berhasil mempermalukan Barcelona di Camp Nou pada laga El Clasico jilid II, Minggu (3/4/2016) dinihari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, El Real mampu membalikkan keadaan menjadi 1-2 saat bermain dengan 10 orang usai Sergio Ramos dikartu merah wasit.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Zinedine Zidane pun masuk dalam daftar sejarah Madrid seb­agai pelatih debutan yang mam­pu memenangi laga terbesar di La Liga ini. Kemenangan ini juga kali pertama bagi trio Karim Benzema, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo (BBC) saat main bersa­maan kontra Barcelona.

Kedua tim tampil denga kekuatan penuh. Jika Madrid mengandalkan trio BBC, kubu tuan rumah mengandalkan trio Messi, Suarez, Neymar (MSN) hingga mampu menguasai jalan­nya babak pertama, meski han­ya berakhir imbang tanpa gol.

Kebuntuan pecah saat Ge­rard Pique mencetak gol pada menit ke-56. Pique menyambut sepak pojok Ivan Rakit­ic dengan sundulan kepala yang tak bisa dian­tisipasi oleh Keylor Navas. Barca pun me­mimpin 1-0.

Namun, pada menit ke-62 Madrid mampu menyamakan skor lewat gol cantik Karim Ben­zema. Berawal dari determinasi Marcelo hingga ke kotak penalti Barca, bek Brazil itu mengoper bola ke Toni Kroos yang langsung mengirim umpan silang ke mulut gawang dan diteruskan Benzema dengan tendangan gunting.

Menjelang berakhirnya per­tandingan, Madrid justru meme­gang penuh kendali permainan. Mereka sempat menjebol gawang Barca melalui sundulan Bale, na­mun wasit tak menganggapnya sebagai gol karena Bale dinilai lebih dulu melanggar Jordi Alba.

Pada menit ke-82, Ronaldo nyaris mencetak gol. Dia me­lepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, tapi bola cuma mengenai mistar. Bebera­pa saat kemudian, sontekan Bale masih bisa dihalau Claudio Bravo.

Madrid harus bermain den­gan 10 pemain sejak menit ke-83. Ramos diusir wasit setelah mener­ima kartu kuning kedua akibat pelanggarannya terhadap Suarez.

Meski kalah jumlah pemain, Madrid mampu berbalik unggul pada menit ke-85 lewat gol Ron­aldo. Ronaldo mengontrol ump­an silang dari Bale dengan dada, kemudian menembak dari jarak dekat untuk membawa timnya memimpin 2-1.

Meski menang, Madrid tak beranjak dari posisi tiga klasemen sementara dengan raupan 69 poin. Sementara Blaugrana masih kokoh di puncak dengan 76 poin.

Bagi Zidane, kemenangan dalam laga ini akan meningkat­kan semangat juta anak asuhnya sebelum melakoni perempat fi­nal Liga Champions kontra VFL Wolfsburg tengah pekan depan. “Ya, hal tersebut bisa saja terjadi. Secara emosional kemenangan ini amat penting, karena diraih sebelum pertandingan Liga Champions. Kami masih punya waktu empat hari dan kami akan beristirahat,” tutur Zidane pada AS.

“Fisik kami kini jauh lebih baik. Kami terus berkembang. Secara fisik kami menutup per­tandingan dengan bagus. Anda harus terus beristirahat dengan tepat, karena jelang akhir musim kami akan bermain tiap tiga hari sekali,” kata dia.

Sementara bagi entrena­dor Barca, Luis Enrique, laga El Clasico tak pernah ada. Meski rekor 39 partai tak terkalah­kannya putus, ia pun meminta pasukannya melupakan kekala­han ini. “Itu adalah yang terbaik yang bisa terjadi di sepakbola. Di babak kedua Real Madrid melakukan transisi yang bagus dan kami mampu menciptakan situasi yang berbahaya. Sayang­nya, kami menelan kekalahan di kandang. Namun ini tidak akan merubah apapun, kami akan segera bangkit dan mempersiap­kan diri untuk Liga Champions,” tutur Enrique pada AS.

“Saya harus berhenti men­ganalisa apa yang salah dari laga ini. Untuk sekarang, kami akan mencoba bangkit. Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan hal tersebut. Per­tandingan ini sudah berakhir, tidak ada rasa sakit yang kami alami. Bagi saya, laga ini sudah tidak ada lagi,” lanjutnya.

“Kekalahan akan mengajar­kan anda banyak hal. Anda akan tahu bahwa meraih gelar juara amat sulit dan anda bisa menge­nal tim lawan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/Net)