ring1BERAGAM produsen penyedia aksesoris, sering kali membuat suatu keunikannya tersendiri agar produknya tersebut bisa terjual. Produk-produk itu juga memiliki kualitas dan kuantitas berbeda, meski dalam satu produsen yang sama. Nah, salah satu produknya ialah berupa case.

Oleh :Hilman Septian
Hilman [email protected]

Case memang menjadi salah satu hal penting bagi pengguna gadget saat ini. Banyak orang yang menggunak­annya untuk melindungi atau mem­berikan proteksi lebih tinggi untuk gadget kesayangannya. Bahkan ada yang hanya sekedar menggunakannya untuk life­style semata dan jelas mereka yang seperti itu tidak memedulikan harga maupun manfaatnya.

Produk aksesoris beru­pa case itu terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, ada Hardcase, kedua dinamakan Softcase, dan terakhir biasa disebut dengan Bum­percase.

Hardcase: Mahal tapi bermutu.

Pada umumnya, Hardcase itu dua kata yang terdiri dari Hard yang be­rarti keras, dan Case berarti kotak/ peti. Hardcase merupakan pelindung untuk sebuah smartphone, yang mana terbuat dari bahan keras. Biasanya, Hardcase terbuat dari bahan-bahan seperti plastik keras, besi, logam, po­likarbonat, dan lain sebagainya. Har­ga untuk sebuah Hardcase sendiri, biasanya cukup mahal, dibanderol mulai dari $22 atau Rp 288 ribuan hingga lebih tinggi.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Gelar Open Table Pelanggan Baru

Memasang Hardcase di sekujur tubuh bagian belakang smartphone, memang akan membuat perangkat mobile itu terlihat kece atau sangar, bahkan akan memberikan tingkat proteksi yang cukup menjanjikan. Na­mun, di sisi lain, tetap ada resiko yang diambil kala menggunakan sebuah Hardcase. Berikut kelebihan dan kekurangan menggu­nakan sebuah Hardcase ke smartphone:

Softcase: Aksesoris yang gampang kita temui.

Softcase memang sebuah aksesoris yang cukup banyak digemari oleh para pecinta smartphone. Sebab, pemasangannya cukup mudah dan tidak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Rata-rata, Softcase memang jauh lebih murah dibandingkan Hardcase itu send­iri. Bahkan, harganya ada yang sebesar $2.16 atau Rp 28 ribuan saja.

Sistem pemasangannya pun sama dengan Hardcase, diletakkan di bagian belakang tubuh smartphone.

Baca Juga :  ITB VINUS Sambangi DPRD Sampaikan Pengembangan SDM Berbasis Pendidikan

Sayangnya, menggunakan Softcase tidak terlalu menguntungkan untuk segi proteksi terhadap smartphone. Sebab, bahan untuk membuat sebuah Softcase kebanyakan dari plastik lunak, yang gampang ditekuk atau bah­kan dilipat. Memang, menggunakan Softcase juga bisa memberikan perlindungan setingkat dengan Hardcase, namun harus dengan kete­balan yang luar biasa.

Bumpercase: Perlindungan sekitar sisi-sisi frame.

Bumpercase hanya melindungi sisi-si­si frame yang dimiliki sebuah smartphone, dan tetap akan membuat tampilan depan serta belakang memampang dengan penuh keang­gunannya. Bahan pada Bumpercase, biasanya menyediakan yang keras maupun lembut. Itu tergantung bagaimana pengguna menyukain­ya.

Di sisi lain, juga masih banyak orang yang beranggapan bahwa memakai Bumpercase ke sebuah smartphone tidak akan melindungi se­cara maksimal, atau bahkan nihil, sama saja seperti tidak mengenakan perlindungan. Tapi, tentu saja itu merupakan penilaian subyektif, yang dimiliki oleh setiap orang. Harga yang dibanderol pun beragam, ada yang murah atau pun lembut, sesuai dengan model yang diton­jolkannya.