CIBINONG, TODAY-Panpel Persikabo telah mencetak 15 ribu tiket pertandingan dalam laga kandang kedua menjamu Cilegon United yang dilang­sungkan di Stadion Persikabo, Cibinong, Sabtu (21/5).

“Karena pertandingan digelar di Stadion Persikabo, maka Pan­pel diperbolehkan mencetak tik­et masuk untuk para penonton,” ujar Sekretaris Panpel Persikabo, Dicky Dompas.

Lima belas ribu tiket untuk laga Persikabo lawan Cilegon United nanti akan bervariasi harganya. Namun, besaran har­ga tiket masuk itu tetap dalam kategori murah dibandingkan dengan Panpel di daerah lain.

Untuk Tribun Festival (Utara/Selatan) dikena­kan HTM Rp 20 Ribu. Tribune Timur, Rp 30.000. Sedangkan untuk Tribun Barat harganya hanya Rp 35.000. Sementara untuk VIP dikenakan HTM sebesar Rp 50.000.

Tedy Mulya dari UIt­ras Persikabo Curva Sud men­gatakan “No Ticket No Game,” Semua supporter yang menyak­sikan pertandingan Persikabo musim ini di ISC Level B wajib hukumnya membeli tiket masuk.

“Kalau masyarakat dan semua lapisan supporter merasa cinta kepada Persik­abo, merasa memiliki Persika­bo. Maka setiap pertandingan harus punya kesadaran mem­beli tiket masuk,” tegas Tedoy.

Tedoy menambahkan semua pendapatan dari tiket masuk itu nantinya menjadi modal penting bagi Persikabo ataupun Panpel untuk meng­gelar pertandingan berikutnya.

“Kondisi Persikabo saat ini harus dipahami oleh kita semua sebagai pendukung sejati tim kebanggaan ma­syarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Tedoy.

Sementara itu, Wasekjen Kabomania, Syamsudin Gaber mengaku sependapat dengan apa yang dikatakan Tedoy ter­kait kewajiban membeli tiket masuk untuk menyaksikan setiap pertandingan Persikabo musim ini.

“Kondisi Persikabo tengah prihatin. Untuk meringankan beban Panpel Persikabo, su­dah saatnya semua elemen mampu menunjukan rasa cinta dan memilikinya dengan cara membeli tiket masuk setiap pertandingan. Paradigma lama yang kurang baik harus segera ditinggalkan,” tuturnya.

Dirinya berharap, semua inohong Pemkab Bogor, baik yang ada di Eksekutif maupun Legislatif untuk bisa menunju­kan rasa fanatismenya terha­dap Persikabo dengan datang ke Stadion.

“Katanya Persikabo ini Icon dan asset Pemkab Bogor. Tapi setiap pertandingan Persikabo tidak pernah ada para inohong Pemkab Bogor untuk menyak­sikan Persikabo bertanding,” pungkasnya.

(Imam)