INFORMATIKA-(Abdul)BOGOR TODAY- Sebanyak 700 pelajar SMA/sederajat se-Kota Bogor mengikuti pela­tihan agen perubahan infor­matika untuk internet cerdas, kreatif, dan produktif (inter­net cakap) yang diselengga­rakan Direktorat Pemberday­aan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi bekerjasama dengan Kantor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bogor di Ge­dung Kemuning Gading, kom­plek Pemerintah Kota Bogor, Kamis (19/5/2016).

Dengan tema “Membangun generasi muda cerdas, kreatif dan produktif untuk Indonesia yang berdaulat”, pelatihan ini dimulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Adapun materi dis­ampaikan nara sumber sepu­tar revolusi mental melalui agen perubahan informatika, internet sehat, melindungi pengguna internet melalui UU ITE, dampak negatif internet pada prilaku anak serta kreatif dan produktif dengan inter­net.

Menurut Kepala Kantor Kominfo Kota Bogor, Asep Zaenal Rahmat, pihaknya ber­hasil mendapatkan kesempa­tan dari Kementrian Kominfo untuk menyelenggarakan ke­giatan pelatihan agen peruba­han informatika untuk internet cakap. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kominfo, Dinas Pendidikan Kota Bogor dengan Direktorat Pemberday­aan Informatika Kementrian Kominfo.

“Kegiatan yang dilangsung­kan dalam rangka hari jadi Bo­gor ke 534 ini diharapkan para siswa dan guru bisa menyam­paikan kembali kepada siswa yang lain sehingga kegiatan ini bisa bermanfaat”, kata Asep, Kamis (19/5/16).

Sementara itu, Wakil Wa­likota Bogor, Usmar Hariman yang hadir membuka kegi­tan ini menyampaikan, di era globalisasi saat ini tidak ada yang bisa membendung arus informasi dan teknologi. Tidak ada yang bisa membatasinya. Semua serba transparan dan sangat mudah dimasuki.

“Penggunaan teknologi ka­lau tidak dicermati secara baik akan lebih tajam ke satu sisi ke arah negatif yang merugi­kan kita. Maka dari itu pema­haman internet yang cerdas, kreatif dan produktif perlu terus disosialisasikan dari gen­erasi ke generasi sehingga bisa menjadi output yang positif, bermanfaat dan menghasilkan kreasi yang baik,” harapnya. (Abdul Kadir Basalamah)