000_B20Y9JOSEP ‘Pep’ Guardiola akhirnya bisa meninggalkan Kota Munich dengan senyum lebar, usai mengantarkan Bayern Munich menjuarai DFB-Pokal, Minggu (22/5/2016) dinihari WIB. Dalam laga final, FC Hollywood menang 4-3 atas Die Borussen lewat babak adu penalti di Olympiastadium Berlin.

Menguasai jalannya pertand­ingan dengan pengusaan bola hingga 70 persen tidak serta mer­ta membuat Bayern bisa men­gunci kemenangan dengan mu­dah. Pasalnya, keberuntungan memang belum menghampiri Robert Lewandowski dkk.

Dari 17 kali percobaan mencetak gol yang dilakukan Bayern, hanya tiga diantaranya yang mengarah tepat ke gawang. Sementara Dortmun memiliki sembilan percobaan dan hanya satu yang langsung mengancam gawang Manuel Neuer.

Bayern langsung tancap gas. Di menit keempat, sepakan Thomas Mueller dari luar kotak penalti masih tipis diatas gawang Dortmund yang dikawal Roman Burki. Upaya kedua Mueller di menit ke-22 usai menyambut sepak pojok Douglas Costa me­lesat di kiri atas gawang.

Upaya Costa di menit ke-29 pun masih melambung. Tapi upaya berikutnya darinya di me­nit ke-33 mengarah ke gawang dan masih bisa diamankan Burki.

Kesal terus diserang, Dort­mund lantas balas mengancam melalui serangan balik di menit ke-33. Gonzalo Castro melepas­kan umpan ke Pierre-Emerick Aubameyang, hanya saja peny­elesaian akhirnya masih melen­ceng tipis ke kiri.

Dua menit jelang babak per­tama berakhir, Dortmund sem­pat mengancam lewat upaya Sven Bender dari dalam kotak penalti meneruskan sodoran Lukasz Piszczek. Berakhir di tangan Manuel Neuer. Setelah percobaan Marco Reus diblok di menit pertama babak kedua, Dortmund menciptakan peluang di menit ke-50 melalui sundulan Mats Hummels. Masih sedikit melambung.

Bayern lantas balas menekan, tapi berulang kali upaya mereka gagal menemui sasaran. Sepakan Franck Ribery dan Lewandowski dalam waktu berdekatan masih melenceng. Dortmund merespons lewat sepakan Aubameyang usai menerima operan Reus. Tapi juga tak mengarah ke gawang, masih melambung.

Bayern nyaris memecah ke­buntuan di menit ke-75 lewat Rib­ery. Tapi Burki masih bisa meng­halau bola untuk jadi sepak pojok Bayern. Giliran Dortmund yang mendapatkan peluang bagus 10 menit kemudian.

Umpan silang mendatar Piszczek diterima Aubameyang yang cukup bebas di dalam ko­tak penalti, hanya saja sepakan­nya melambung. Tak ada gol sampai babak kedua berakhir, laga pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Bayern masih terus mendo­minasi permainan di babak tam­bahan yang pertama, tapi belum juga membuahkan hasil. Sejum­lah upaya dari Lewandowski terhalang juga melambung, se­mentara upaya balasan dari Dort­mund lewat Henrikh Mkhitaryan melenceng.

Di babak tambahan kedua, juga tak ada gol tercipta sehingga pemenang harus ditentukan le­wat adu penalti. Empat penen­dang Bayern sukses menya­rangkan bola ke dalam gawang, sedang hanya tiga penendang Dortmund yang sukses mengek­sekusi.

Hasil ini membuat Bayern meraih gelar ganda di kompetisi domestik setelah sebelumnya lebih dulu menjuarai Liga Jer­man. Ini juga jadi kado tamba­han dalam perpisahan dengan Guardiola.

Akhir Era Guardiola

Laga itu adalah terakhir kali Guardiola ada di bench Bayern. Mulai musim depan, Pep akan membesut Manchester City. Selama tiga musim di Bavaria, Guardiola meraih treble juara liga, dua DFB-Pokal, Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Eropa. Hanya juara Liga Champions saja yang kurang.

“Saya menjalani masa-masa bekerja di sini yang begitu luar biasa. Saya mengharapkan yang terbaik untuk Bayern di masa depan. Saya gembira berakhir dengan cara seperti ini — kami sangat puas. Saya pasti akan mer­indukan para pemain saya,” ujar Guardiola kepada ARD, dikutip Soccer Way

“Dortmund punya momen­tum, tapi momentum yang kami punya lebih besar dan lebih lama. Dortmund punya bebera­pa peluang, tapi kami juga punya peluang sendiri. Semua pemain sudah lelah di akhir dan di adu penalti apapun bisa terjadi,” tu­kas Pep. (*/Net)