barcelona MADRID– Pendukung Barcelona dilarang keras mengibarkan dan membawa bendera Catalan dalam Final Copa del Rey di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Senin (23/5/2016) dinihari WIB nanti. Di final, Barca akan bentrok dengan Sevilla yang baru saja menjuarai Liga Europa.

Pemerintah Kota Madrid pada tengah pekan ini mengeluarkan la­rangan bagi pendukung Barcelona untuk membawa dan mengibarkan bendera Catalan (Estelada) di ibukota Spanyol itu. Barcelona akan berhada­pan dengan Sevilla dalam pertandin­gan tersebut.

Larangan membawa serta men­gibarkan bendera Catalan tentu saja langsung diprotes kubu Barca. Mer­eka mengatakan, aturan tersebut sama saja dengan serangan terhadap kebebasan berekspresi dan mengelu­arkan pendapat

Sebagai bentuk protes, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dise­butkan tidak akan menghadiri final. Bukan cuma protes, Barcelona secara resmi sudah mengajukan banding ke pengadilan agar larangan itu dicabut.

“FC Barcelona pada hari ini (Ka­mis) sudah mengajukan banding se­cara administratif pada Pengadilan Madrid untuk melindungi hak yang mendasar dan permintaan untuk membatalkan perintah yang sebel­umnya dikeluarkan oleh Pemerintah Community of Madrid,” demikian pernyataan resmi Barcelona.

“Perintah tersebut merupakan pelarangan kemunculan bendera Estelada di final Copa del Rey yang akan dilangsungkan Minggu, 22 Mei di Vicente Calderon, antara FC Barce­lona dan Sevilla,” lanjut pernyataan itu dikutip dari FourFourTwo.

Bukan cuma Pemerintah Madrid dan Spanyol yang mempermasalah­kan bendera Katalan. UEFA setida­knya sudah dua kali menjatuhkan sanksi denda pada Barcelona atas berkibarnya bendera tersebut di ajang yang mereka gelar. UEFA ber­pendapat bahwa Estelada meru­pakan simbol politik yang bersifat provokatif dan ofensif serta tidak berhubungan dengan kegiatan olahraga.

(Rishad/Net)