IMG_20160518_173553 Peluang usaha kerajinan tangan merupakan salah satu usaha yang bisa dikategorikan menjanjikan, namun hal ini tergantung apakah usaha tersebut bisa dijalankan dengan ketekunan dan kesabaran. Jika tidak memiliki kesabaran yang tinggi, jangan harap bisa menjalankan usaha apapun dengan baik.

WINDA HERVIANA
[email protected] Kesabaran dan keu­letan Suryadi dalam mengelola bisnis Lion Keramik tak perlu diragukan lagi. Dirinya rela memutar otak dan memeras tenaga serta waktu demi memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat luas.

Berawal dari keahlian serta meneruskan usaha dari sang ayah mertuanya, kini Suryadi di tahun 2015 mendirikan gal­lery pribadi yang dinamai Lion Keramik yang berlokasi di Jalan Pemda nomor 11, RT 03/09, Pa­sir Jambu Sukaraja, Bogor.

“Membuka usaha ini mung­kin modalnya hingga Rp 50 juta. Untuk

pembuatan keramiknya sendiri ada ditempat berbeda, tepatnya ada di daerah Kedung Halang, Bogor,” papar Suryadi saat ditemui BOGOR TODAY disela-sela kegiatannya.

Penjualan keramik tersebut diakui Suryadi tak selalu ber­jalan mulus. Dirinya menceri­takan, sempat mengalami titik jenuh dan berputus asa. “Saya sempat bingung, melihat pen­jualan tidak begitu pesat. Na­mun, saya tidak mau menyerah. Saya masih berusaha untuk memperkenalkan hasil karya, yang tidak semua orang bisa membuat keramik seperti ini,” ungkapnya.

Darah seni dan bisnis me­mang sepertinya sudah men­galir dalam tubuh Suryadi. Lulusan sarjana komputer ini ternyata lihai sempat membuat kerajinan dan mengelola bisnis batik dan kerajinan tanah liat.

“Untuk mempelajari keraji­nan tanah liat ini cukup lama. Menjadi lihai seperti sekarang, saya memerlukan belajar dan latihan hingga hampir 3 tahun, “ jelasnya.

Karena pembeli kerajinan ini tak melulu ramai, akhirnya Suryadi memutuskan untuk mengajar kerajinan tangan ke sekolah-sekolah di Bogor.

“Saya ingin memberi ilmu kepada para generasi penerus. Di sisi lain saya pun mencari orang yang berbakat, yang mau berkerjasama dengan saya me­majukan usaha keramik dan membuat karya luar biasa,” terangnya.

Suryadi tak hanya diam menunggu datangnya pembeli keramik. Selain memutuskan untuk mengajar di sekolah, dirinya juga bakal menggelar lomba membentuk tanah liat untuk anak-anak pada 28 Mei mendatang.

“Lomba tersebut akan dim­ulai pukul 10.00 WIB – 11.30 WIB dengan tema lomba kreasi bentuk binatang. Siapapun yang berminat silahkan mengi­kutinya. Saya juga membuka kursus membuat keramik, dengan sekali pertemuannya di Rp 75 ribu,” terang Suryadi.

Lion Keramik menjual ta­nah liat siap pakai ukuran 500 gram yang dijual hanya sehar­ga Rp 20 ribu, serta batu bata api yang merupakan bahan untuk pembuat tungku pun di­hargai hanya Rp 15 ribu. Untuk rata-rata keramiknya dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 6 juta.

Dirinya berharap, usaha kerajinannya bisa mendapat dukungan penuh dari pemer­intah Kota Bogor agar usahan­ya bisa lebih maju dan menjadi dikenal oleh masyarakat.

“Ya semoga masyarakat lebih banyak yang berminat dan menghargai kerajinan tan­gan ini. Bagi yang ingin belajar kerajinan ini, terutama sekolah yang membutuhkan tenaga pengajar keahlian keramik, saya siap untuk membagi ke­mampuan yang saya miliki,” ungkap Suryadi ramah. (*)