BOGOR TODAY – Ketua Tim Pansel, Syuhairi, mengakui bahwa pihaknya telah meny­elesaikan penilaian terhadap in­vestor, siapa saja yang berkom­peten untuk membangun Blok F, Pasa Kebon Kembang, Kota Bogor.

Syuhairi mengatakan, bah­wa rangkaian kegiatan beauty contest sudah mendapatkan hasil dari tim pansel, namun dirinya belum bisa mengu­mumkan karena bukan meru­pakan kewenangannya. “Seha­rusnya hari ini juga kami bisa menghadap Walikota, Bima Arya , namun karena beliau masih di Jakarta maka kami akan bertemu dan melapor­kan hasil atau ketetapan beauty contest pada esok hari (hari ini, Red),”tuturnya kemarin.

Persaingan ketat terus ter­jadi pada proses beauty contest yang dilakukan PDPPJ, untuk mencari pihak ketiga yang akan melakukan pembangunan re­vitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang. Aroma tidak sedap adanya intervensi dan kepent­ingan-kepentingan dari berb­agai pihak semakin menyeruak ke permukaan, setelah tim pansel beauty contest PDPPJ, tidak melakukan pengumuman pemenang beauty contest ses­uai dengan jadwal yang diten­tukan.

Baca Juga :  Kota Bogor Belum Layak Disebut Kota Ramah Anak

Berdasarkan informasi yang beredar, dari empat perusahaan yang mengikuti beauty contest, terdapat dua perusahaan yang saat ini sedang menunggu peng­umuman dari tim pansel PDPPJ, diantaranya PT Mulya Saribakti Utama dan PT Fortunindo Ar­tha Perkasa.

Mundurnya pengumuman pemenang beauty contest, mengindikasikan bahwa telah terjadi banyak permasalahan dalam setiap proses dan taha­pan beauty contest. Dari sekian permasalahan soal beauty con­test, persyaratan administrasi seperti bank garansi sebagai jaminan dari perusahaan men­jadi pertimbangan untuk me­milih perusahaan terbaik.

Bank garansi juga menjadi tolak ukur kemampuan bagi perusahaan yang akan melaku­kan kegiatan pembangunan. Untuk memberikan kepastian dan keamanan pendanaan bagi kegiatan proyek pembangunan.

Ketua tim pansel beauty contest, Syuhairi mengung­kapkan, bank garansi sangat penting dan menjadi salah satu penentuan bagi perusahaan yang mengikuti beauty contest. Untuk data dua perusahaan yang mengikuti beauty contest, diantaranya PT Maya Saribakti Utama dan PT Fortunindo Ar­tha Perkasa, sudah menyerah­kan dokumen bank garansi.

Baca Juga :  Merekam Jejak Ciliwung Bersama Bogor Sketcher

Syuhairi menyebutkan, un­tuk PT Maya Saribakti Utama sudah menyerahkan bank ga­ransi senilai Rp32 milyar, se­dangkan untuk PT Fortunindo Artha Perkasa memiliki bank garansi senilai Rp20 milyar. “Kita sudah menerima semua bank garansi dari perusahaan yang mengikuti beauty contest, dan kita juga sudah melakukan pengecekan terhadap bank ga­ransi tersebut,” ungkapnya.

Menurut Syuhairi, bank garansi sangat penting karena sebagai salah satu pemenuhan persyaratan administrasi peru­sahaan yang mengikuti beauty contest. Selain bank garansi, persyaratan lainnya juga harus dipenuhi oleh para perusahaan. “Soal ijin-ijin perusahaan juga menjadi penilaian dan sangat menentukan untuk penilaian,” pungkasnya.

(Abdul Kadir Basalamah|Yuska)