Untitled-20Sebanyak 30 gubernur bank sentral di dunia me­nyatakan siap menjaga kelancaran dan kestabilan pasar keuangan pasca referendum di Inggris, yang mengguncang pas­ar keuangan dunia.

Adapun, pertemuan 30 bank sentral dunia ini adalah dalam rangka pertemuan ekonomi global (Global Economic Meeting), yang merupakan salah satu rangkaian pertemuan tahunan Bank for Inter­national Settlement (BIS) di Basel, Swiss, kemarin.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo, yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, pertemuan ini membahas men­genai dampak hasil referendum Inggris terhadap perekonomian. Selain itu, disampaikan pula du­kungan terhadap langkah-langkah antisipatif yang telah disiapkan oleh Bank of England.

“Para gubernur bank sentral juga menyatakan komitmen untuk senantiasa memonitor perkem­bangan kelancaran dan stabilitas pasar keuangan serta mempererat

memastikan kelancaran dan stabilikerjasama antar bank sentral untuk tas pasar keuangan tetap terjaga,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, dalam keterangannya, kemarin. ­

Pada kesempatan itu, Tirta mengatakan, BI akan terus mencer­mati potensi risiko yang mungkin muncul terhadap perekonomian Indonesia dan telah mempersiap­kan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan. “Selain itu, Bank Indonesia juga terus mempererat kerjasama dengan Pemerintah, OJK, dan LPS, maupun dengan otoritas bank sentral negara lain untuk men­jaga stabilitas sistem keuangan nasi­onal,” jelas Tirta.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat ada dana asing yang masuk ke Indonesia sebanyak US$ 554 juta (Rp 7,2 triliun) dalam sepe­kan. Jumlahnya paling banyak ma­suk pada hari Jumat pekan lalu.

Menurut Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Nanang Hendarsyah, pada hari Ju­mat ada dana asing masuk US$ 113 juta (Rp 1,4 triliun). Masuknya dana asing ini bertepatan dengan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (Brit­ain Exit/Brexit). “Ini yang membuk­tikan orang (investor) masih mau masuk ke Indonesia. Ditambah lah lagi kebetulan ada lelang SBN (Surat Berharga Negara) tanggal 21, makan­ya sekarang rupiah menguat,” jelas­nya di kantornya, Selasa (28/6/2016).

Nilai tukar dolar Amerika Seri­kat (AS) hari bergerak melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut menyentuh level ter­endahnya hari ini di Rp 13.100.

“Intervensi BI memang tidak ter­lalu besar. Karena banyak sekali in­flow. Jadi kita nggak terlalu khawat­ir,” ucapnya.(Yuska Apitya/dtk)