Mudik Berkah

Untitled-3MUDIK adalah tradisi pulang ke kampung halaman bagi ma­syarakat Indonesia, khususnya kaum mus­limin, ketika akan tiba hari raya Idul Fitri un­tuk bisa berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun dan menjadi suatu keuni­kan tersendiri bagi masyarakat muslim di Indonesia.

Seseorang melaksanakan mudik disebab­kan karena berbagai alasan yang bermacam-macam. Di antaranya karena ingin berkum­pul bersama keluarga tercinta setelah lama meninggalkannya, karena ingin men­gunjungi orangtua dan kerabat yang sudah lama tidak bertemu, atau karena rindu kampung halaman yang lamanya ditinggalkan.

Dari sisi agama, tentu saja mudik memiliki makna sebagai usaha untuk menjalin silaturahim dengan orang-orang terdekat, khususnya keluarga, sahabat dan handai taulan. Silaturahim atau menyambung kekeluargaan adalah amal saleh yang diperintah oleh Allah swt kepada kita untuk menjalankannya.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Firman Allah : “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergu­nakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubun­gan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi untuk.” (QS An-Nisa:1)

Silaturahim memiliki banyak keu­tamaan dan faedah bagi yang melak­sanakannya, yaitu akan diberi pahala oleh Allah SWT karena melaksanakan perintah-Nya, dan silaturahim juga akan membuat rezeki jadi lapang dan umur panjang. Rasulullah bersabda: ‘Barang­siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hen­daklah ia silaturahim.’ (HR. Muslim)

Agar mudik menjadi suatu perjala­nan yang baik dan berkah, maka saat mudik harus menjaga adab-adab safar (perjalanan). Di antara adab-adab sa­far yaitu: pertama, mengerjakan salat safar. Salat safar adalah salat sunat dua rakaat karena mau melakukan perjalanan jauh. Kedua, selalu ber­zikir dengan tasbih, tahmid dan tak­bir selama dalam perjalanan. Ketiga, boleh mengqashar (meringkas jum­lah rakaat salat wajib) dan menjamak (menggabungkan dua salat dalam satu waktu), baik dengan jamak taqdim maupun jamak takhir jika perjalanan berjarak lebih dari 81 kilometer. Keem­pat, tetap berakhlak terpuji, dengan menjaga pandangan, ucapan dan per­buatan dari hal-hal yang tidak pantas. Dan kelima, tetap berbuat baik dan menjauhi maksiat.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

Wallahu a’lam.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================