MUDIK adalah tradisi pulang ke kampung halaman bagi maÂsyarakat Indonesia, khususnya kaum musÂlimin, ketika akan tiba hari raya Idul Fitri unÂtuk bisa berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun dan menjadi suatu keuniÂkan tersendiri bagi masyarakat muslim di Indonesia.
Seseorang melaksanakan mudik disebabÂkan karena berbagai alasan yang bermacam-macam. Di antaranya karena ingin berkumÂpul bersama keluarga tercinta setelah lama meninggalkannya, karena ingin menÂgunjungi orangtua dan kerabat yang sudah lama tidak bertemu, atau karena rindu kampung halaman yang lamanya ditinggalkan.
Dari sisi agama, tentu saja mudik memiliki makna sebagai usaha untuk menjalin silaturahim dengan orang-orang terdekat, khususnya keluarga, sahabat dan handai taulan. Silaturahim atau menyambung kekeluargaan adalah amal saleh yang diperintah oleh Allah swt kepada kita untuk menjalankannya.
Firman Allah : “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (memperguÂnakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubunÂgan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi untuk.†(QS An-Nisa:1)
Silaturahim memiliki banyak keuÂtamaan dan faedah bagi yang melakÂsanakannya, yaitu akan diberi pahala oleh Allah SWT karena melaksanakan perintah-Nya, dan silaturahim juga akan membuat rezeki jadi lapang dan umur panjang. Rasulullah bersabda: ‘BarangÂsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka henÂdaklah ia silaturahim.’ (HR. Muslim)
Agar mudik menjadi suatu perjalaÂnan yang baik dan berkah, maka saat mudik harus menjaga adab-adab safar (perjalanan). Di antara adab-adab saÂfar yaitu: pertama, mengerjakan salat safar. Salat safar adalah salat sunat dua rakaat karena mau melakukan perjalanan jauh. Kedua, selalu berÂzikir dengan tasbih, tahmid dan takÂbir selama dalam perjalanan. Ketiga, boleh mengqashar (meringkas jumÂlah rakaat salat wajib) dan menjamak (menggabungkan dua salat dalam satu waktu), baik dengan jamak taqdim maupun jamak takhir jika perjalanan berjarak lebih dari 81 kilometer. KeemÂpat, tetap berakhlak terpuji, dengan menjaga pandangan, ucapan dan perÂbuatan dari hal-hal yang tidak pantas. Dan kelima, tetap berbuat baik dan menjauhi maksiat.
Wallahu a’lam.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















