Untitled-26LONDON– Manajer Leicester City masuk bursa calon pela­tih Timnas Inggris sepening­gal Roy Hodgson. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) pun tak menutup kemungkinan bakal merekrut pelatih asing untuk memoles The Three Lions.

Ranieri bersanding dengan nama-nama seperti Gareth Southgate dan Alan Pardew. Diikuti mentor Arsenal, Ar­sene Wenger. Dua nama perta­ma menuai banyak penolakan. Sementara Wenger dinilai mustahil ditunjuk mengganti­kan Hodgson.

Lalu, kabar yang dilansir oleh The Telegraph, muncul nama manajer Leicester City, Ranieri. Nama manajer Ita­lia itu muncul sebagai opsi kedua FA setelah Wenger. FA sepertinya tertarik dengan Ranieri setelah yang bersang­kutan dengan gemilang mem­bawa The Foxes menjuarai Liga Inggris.

Akan tetapi, kemungkinan FA merekrut Ranieri cukup ti­pis. Sebab kabarnya ia disebut akan segera meneken kontrak baru bersama Leicester dalam waktu dekat.

BACA JUGA :  Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bogor, Senin 13 Mei 2024

Sementara Chief Execu­tive FA, Martin Glenn men­egaskan pihaknya cuma akan fokus mencari sosok pelatih terbaik untuk menggantikan Hodgson, tanpa memusingkan soal status kewarganegaraan. Dengan kata lain, peluang The Union Jack dilatih orang asing menjadi terbuka kembali.

“Kami akan mencari sosok terbaik untuk posisi tersebut. Kami tidak akan mengesamp­ingkan siapapun. Saya di sini tidak untuk membicarakan nama-nama. Ini masih kurang dari 24 jam sejak kami ha­rus meninggalkan turnamen,” ujarnya dikutip Sky Sports.

“Tapi saya sudah selalu konsisten dalam hal bahwa kami akan mendapatkan orang terbaik, untuk memba­wa kumpulan pemain menarik ini ke depan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Komisi IV Minta Study Tour Pelajar Kota Bogor Dihentikan

Glenn turut mengungkap­kan permintaan maaf terhadap para penggemar Inggris karena timnasnya tak mampu melaju lebih jauh lagi. Dia mengakui performa Wayne Rooney dkk kurang memuaskan dengan tampil di bawah form.

“Ini adalah sebuah pesan untuk seluruh penggemar di Inggris setelah performa kami di turnamen ini: maaf. Ke­tika bicara soal laga-laga yang sungguh berarti, dalam hal bagian utama untuk turnamen ini, kami sudah gagal menca­pai sasaran,” ujarnya.

“Kami sangat kecewa. Ya, Islandia merupakan lawan yang perkasa tapi kami tidak mencapai standar kami dan ini jelas sesuatu yang perlu kami perbaiki,” pungkasnya. (Rishad/Net)

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================