Untitled-8Jelang cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah yang jatuh pada 6-7 Juli 2016, Pemerintah Kabupaten Bogor membolehkan aset daerah, seperti mobil dinas untuk digunakan sebagai kendaraan mudik saat cuti bersama dimulai pada 4,5 dan 8 Juli.

Bupati Bogor, Nurhayanti men­gungkapkan, mobil itu harus tetap menggunakan plat merah saat digunakan mudik. “Daripada dit­inggal dirumah, malah nanti ada apa-apa. Jadi lebih baik digunakan buat mudik,” kata Nurhay­anti, Jumat (24/6/2016).

Selain itu, kata Nurhay­anti, Pemkab Bogor tidak memiliki penampungan untuk seluruh mobil di dinas di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mencapai 350 unit. “Memang tidak ada juga tempatnya. Bo­leh dipakai mudik asal­kan dirawat. Karena itu memang kewajiban yang menggunakan,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi pun sependapat dengan Nurhayanti. Seb­agai lembaga yang memi­liki fungsi pengawasan, DPRD meminta para peng­guna mobil dinas itu harus izin terlebih dahulu kepa­da atasan masing-masing.

“Silahkan dipakai asal ada catatannya dipakai kemana, berapa lama. Itu harus tercatat semua. Jangan asal pakai. Plat­nya juga harus tetap merah. Tidak boleh di­hitamkan. Karena itu aturan lalu lintas,” tu­kas politisi Golkar itu.

Terpisah, Kepala Bi­dang Pengelolaan Ba­rang Daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DP­KBD), Iman Wahyu Bu­diana mengungkapkan, jika ada sekitar 350 unit mobil dinas yang ada di SKPD di Kabupaten Bogor.

“Saya sih belum teri­ma perintah apa-apa dari atasan (bupati, red). Tapi kalau memang diizinkan dipakai mudik, mesti ter­daftar. Ada laporannya. Bagaimanapun itu kan punya pemerintah. Tapi tetap perawatan ada di si pengguna,” singkatnya. (Rishad Noviansyah)