Untitled-12PT Antam kembali akan mem­buka lahan ekplorasi emas yang kedua di Jawa Barat, tepatnya di daerah Hutan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor. Johan NB Nababan, Direktur Pengembangan PT Antam Tbk mengatakan, mereka akan mem­buka lahan ekspolarsi di Pongkor dengan luas 5.000 hektare, di Desa Bantar Karet Kecamatan Nang­gung, Kabupaten Bogor. Tempat tersebut merupakan tempat ked­ua untuk tambang emas di Jabar setelah Cikotok.

Menurut dia, saat ini terjadi penurunan produksi emas. Dari ha­sil eksplorasi bebatuan sebanyak 1 ton, hanya diperoleh 3 gram. Semen­tara dulu 15 gram/ton. Hal itu mem­pengaruhi jumlah emas yang diraih per tahunnya. Dulu bisa mencapai 8 ton, kini turun drastis menjadi 2,5 ton. Kepala Dinas ESDM Jabar, Eddy IM Nasution mengatakan, Antam telah memberitahukan rencana mereka pada Gubernur Jabar. Mer­eka memang memilikiki izin usaha pertambangan untuk lahan seluas 1.000 hektare dan akan habis tahun 2021. Selain memberitahu rencana mereka, Antam pun akan memper6.000 hektare. Saat ini baru terpakai panjang izin usaha. ­

“Perizinan Antam karena masuk kategori logam ditangani pusat. Se­jak UU No 23, tidak ada yang lewat pemprov. Izin dan pengawasannya di pusat,” ujar dia.

Menurut Eddy, lahan yang akan dieksplorasi Antam statusnya hutan lindung. Semula, merupakan hutan konservasi, taman nasional yang ti­dak bisa ditambang. Saat ini statusnya turun. Ia menambahkan, saat ini di Pongkor masih ditemukan masalah. Masih ada aktivitas penambangan liar. Ada atau ditinggalkan Antam para penambang liar tetap berop­erasi. “Penambang liar menggu­nakan teknologi sederhana sehingga limbahnya mencemari lingkungan karena merkuri dan sianida. Bahaya kalau dilepas, ada Antam saja masih ada, apalagi tidak ada,” tutur dia.

Jabar memiliki tiga wilayah den­gan potensi emasnya yaitu di Bogor, Sukabumi, dan perbatasan dengan Banten.(Yuska Apitya/dtk)