Untitled-13SELURUH umat muslim bersuka cita menyambut bulan suci Ramadan 1437 H, terutama bagi para penjual makanan berbuka. Tak dipungkiri, momen buka puasa menjadi salah satu momen yang dinantikan.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Ratusan warga terlihat memenuhi tempat jua­lan aneka jenis makanan yang berada di trotoar jalan depan Masjid Ar-Rahman, tepatnya di Jalan Achmad Soba­na, Bantarjati, Kota Bogor.

Selama bulan Ramadan, para pedagang ini dapat meraup un­tung besar. Pasalnya, tempat ini memang ramai dipenuhi para pembeli. “Alhamdulillah, selama berjualan di sini memang selalu ramai pembelinya. Menjadi ke­berkahan bagi kami yang berjua­lan,” Ungkap Indah, salah satu penjual hidangan berbuka saat dijumpai BOGOR TODAY, Senin (6/6/2016).

Terhitung sudah tiga tahun, In­dah memanfaatkan momen Ra­madan untuk meraup keuntun­gan di bulan yang penuh berkah tersebut. “Jika bukan bulan puasa saya tidak berjualan. Saya berjualan hanya saat momen bu­lan puasa saja, hitung-hitung me­nambah pemasukan untuk me­nyambut lebaran,” pungkasnya.

Baca Juga :  3 Tahun Menggeluti Kerajinan Kayu, Pria 27 Tahun Ini Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Usaha ini diakui Indah cukup menguntungkan. Ditanya perihal modal, Indah menuturkan pada hari pertama puasa ini, dirinya hanya mengeluarkan modal ratu­san ribu. “Jika modal, mungkin untuk membuat makanan, sewa tempat dan tenda seluruhnya bisa mencapai lebih dari Rp 500 ri­buan, tapi tidak sampai menyen­tuh angka jutaan,” paparnya.

Indah menjual aneka jajanan berbuka, seperti kolak pisang, bu­bur sumsum, aneka gorengan, mie glosor, hingga rujak asinan. Kisa­ran harga yang ditawarkan pun terbilang murah, mulai dari Rp 2 ribu untuk satu aneka gorengan.

“Paling laris mi glosor, gore­ngan seperti risoles dan bakwan. Kolek juga paling banyak dicari. Untuk mi glosor kami jual Rp 5 ribu, kolek sekitar Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga :  3 Tahun Menggeluti Kerajinan Kayu, Pria 27 Tahun Ini Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Indah mengaku, semakin banyak menu yang dijual akan semakin membuat para pembeli mendatangi mejanya. Apalagi, dirinya harus berinovasi dengan dagangan yang dijajalnya karena bersaing dengan para penjual yang lainnya.

“Pastinya harus lebih punya daya tarik. Apalagi kan di sini pusatnya jajanan berbuka, jadi kita harus menjual sesuatu yang enak dan tidak asal menjual saja, agar tetap menjadi incaran para pembeli,” ungkapnya.

Indah mulai berjualan sejak pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dirinya menuturkan, di hari pertama berjualan cukup laris dan ramai pengunjung. Walau belum dihitung, namun Indah memperkirakan keuntun­gan yang didapatnya hari ini bisa mencapai angka Rp 1 juta.

“Alhamdulillah, berkah di hari pertama puasa. Da­gangan saya laris, ham­pir semua sudah habis padahal masih jam 5 sore. Semoga esok dan seterusnya seperti ini,” pung­kasnya