IMG_20160601_151107BOGOR, TODAY – Usia muda tak menghalangi Benny Setiawan dan Reigy Karrina untuk mendirikan usaha. Berdiri pada bulan Maret 2016, keduanya sepakat mengelola Warung Coklat secara serius.

Reigy bercerita, awal membuka usaha Warung Coklat hany­alah menggunakan booth biasa dengan cup yang standar seperti para penjual lainnya. Ranah penjualannya pun hanyalah berada di kawasan Depok. Merasa tak cukup sampai disitu, akhirnya keduanya sepakat untuk sedikit merubah konsep penjualan demi melebarkan usaha Warung Coklat tersebut.

“Kami menjual di booth biasa seperti penjual lainnya. Na­mun untuk memudahkan mobile penjualan, kami menyediakan minuman cokelat dengan bentuk botol sehingga praktis,” terang Reigy kepada BOGOR TODAY, Rabu, (1/6/2016)

Jika umumnya cokelat disajikan dengan rasa biasa, Warung Coklat justru menawarkan berbagai rasa yang tidak biasa untuk cokelat pada umumnya. Warung Coklat memiliki 8 variant rasa yang enak seperti original, susu, kopi, cokelat karamel, greentea, red velvet hingga tiramisu.

“Inilah yang membuat produk kami lain dari pada yang lain. Selain kemasannya praktis, variant rasanya juga banyak dan ke­kinian,” papar Reigy.

Senada dengan yang disampaikan oleh Reigy, Benny juga me­nuturkan produknya ini dibuat sedemikian menarik agar men­arik para konsumen. Apalagi, ranah penjualannya saat ini sudah masuk ke area Bogor, khususnya para mahasiswa di Bogor.

“Kami memulai memperkenalkan Warung Coklat kepada teman-teman sekitar kampus, kebetulan Reigy masih kuliah di salah satu universitas di Bogor,” ungkap Benny. Untuk itu, Benny juga membuka reseller kepada siapapun yang ingin mencoba usaha seperti dirinya. “Kami membuka siapapun yang berminat untuk franchisee usaha Warung Coklat. Dengan harga Rp 8,5 juta seluruh alat dan bahan sudah siap, jadi tinggal berjualan saja,” terangnya.

Untuk harga Warung Coklat, Benny menuturkan, harga perbotol hanya Rp 10 ribu. Ditanya perihal harga, Benny mengaku, dengan penjualannya hingga saat ini sudah menutupi modal awal yang dikeluarkannya. Terlebih jika sedang banyak pemesanan, dalam seminggu Warung Coklat bisa memproduksi hingga lebih dari 100 botol.

Daya tahan produk ini bisa 7 hingga 10 hari jika disimpan di dalam pendingin, namun jika sudah dibuka atau disimpan pada suhu ruangan hanya bertahan 5 sampai 6 jam. Bagi yang ingin men­cicipi nikmatnya minuman Warung Coklat, silahkan memesan secara online melalui instagram @warungcoklat13.

“Kami juga pada awal bulan puasa nanti akan menjual produk Warung Coklat di booth Nyoklat Klasik, tepatnya di Jalan San­cang,” pungkas Benny.

Memilih membuka usaha tentunya harus siap dengan segala kondisi yang terjadi. Benny berharap, Warung Coklat bisa terus laris dipasa­ran.

“Memulai usaha tentunya harus siap rugi, kita harus berani dan terus berinovasi. Untuk hara­pan, kami inginnya memiliki booth sendiri dan punya banyak cabang diberbagai tempat,” jelas­nya. (Winda Herviana)