BHLB O G O R , Today – Ma­h a s i s w a F a k u l t a s Te k n o l o g i Per tan ian, Institut Per­tanian Bogor (IPB) mem­buat inovasi berupa keset anti bakteri berbahan dasar bambu. Keunggulan keset ini yaitu bersifat antibakteri kare­na dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colli dan Staphylo­coccus aureus.

Keset ini mengandung flavonoid, tannin, alkohol, dan pennyquinone yang mampu menyerap kelembapan air dan bau serta dapat berfungsi seb­agai dekorasi. Tim IPB tersebut terdiri dari Ayu Laila Fitriyani, Tiana Rafmi­wati, Naufal Bayu Prasetyo.

Naufal menyebutkan, kedepannya Naufal dan tim ingin meningkatkan kemampuan antibakteri keset ini agar memiliki daya resistensi lebih tinggi terhadap berbagai jenis mikroba. Tidak hanya bakteri Escherichia colli dan Staphylococcus aureus saja, namun juga banyak jenis bakteri lain yang dapat dihambat pertumbu­hannya. Hal ini dapat dicapai dengan cara mencari kandungan zat tertentu lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu ke­set antibakteri tersebut.

Baca Juga :  Bupati Ade Yasin Klaim 80 Persen Sekolah Sudah Tatap Muka

Atas karyanya ini Naufal dan tim meraih penghargaan “Session Best Paper” di ajang 5th International Con­ference on Agriculture, Environment and Biological Sciences (ICAEBS-16) yang diselenggarakan IAAST (Interna­tional Academy of Arts, Science and Technology) di Pattaya, Thailand, (28- 29/4).

Baca Juga :  ITB VINUS Sambangi DPRD Sampaikan Pengembangan SDM Berbasis Pendidikan

Pada kesempatan itu, Naufal dan tim mempresentasikan abstract paper dengan judul “Utilization of Bamboo (Gigantochloa apus) for Anti-Bacterial Mat as Fiber-Based Prospective Prod­ucts”. Acara tersebut diikuti ilmuwan terkemuka, akademisi, dan peneliti international yang masing-masing me­nyampaikan gagasannya di bidang per­tanian. (Latifa Fitria)