IMG_20160627_152811BOGOR TODAY – Memilih menjadi pelaku usaha memanglah tidak menjadi suatu keputu­san yang berani diambil oleh semua orang. Ter­kadang, kita masih takut akan kerugian yang akan dialami. Ketakutan itu memanglah tak sepenuhnya salah, tetapi jika yakin pada diri sendiri dan tekun menjalankannya maka kera­guan dan ketakutan itu pasti akan terpatahkan.

Demikianlah yang diungkapkan oleh Irfan Rosidin, penjual Batagor Ianz yang berjualan di Jalan Achmad Sobana depan SDN Bantar­jati 5 Bogor. Keputusannya menjadi pelaku usaha sudah dilakukannya kurang lebih se­lama empat tahun.

“Awalnya saya menjadi supir angkot. Lama kelamaan saya berpikir, kenapa saya mesti kerja di tempat orang, kenapa saya tidak membuat kaya diri sendiri saja. Dari pemiki­ran itulah saya mulai tergerak untuk mencoba menjajal usaha sendiri,” terang Irfan.

Irfan bercerita, memilih usaha jajanan batagor sebagai ladang usahanya pun mem­butuhkan waktu satu bulan dalam meracik bumbu serta membuat batagor dengan rasa yang pas. “Saya coba-coba sendiri membuat batagor, akhirnya bisa. Setelah yakin barulah saya menjual di tempat ini,” ucapnya.

Tak bisa dimungkiri, jajanan batagor pun menjadi salah satu jajanan yang laris dan masih diminati baik untuk anak-anak hingga dewasa. Apalagi, lokasi yang strategis dan ra­mai membuat usaha yang dirintisnya ini terus laris dan mendapatkan keuntungan setiap harinya. “Dari awal saya berjualan di sini. Al­hamdulillah ramai, tapi memang untuk keun­tungan per harinya tak menentu,” ujarnya.

Modal awal yang dibutuhkan Irfan saat memulai usahanya ini menghabiskan dana hingga Rp 3 juta. Dana yang dikeluarkan itu meliputi gerobak, alat penggorengan, dan ba­han-bahan lainnya. Dengan demikian, dalam per harinya keuntungan yang diambil bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Jika sedang laris, biasanya penjualan to­tal sehari bisa mencapai lebih dari 400 ribu,” paparnya.

Menjadi pelaku usaha kecil sungguh dinikmati oleh Irfan. Secara bebas Irfan bisa menjadi ‘bos’ untuk dirinya sendiri sehingga memacu Irfan untuk menjadi pelaku usaha yang lebih baik lagi. “Saya lebih senang men­jadi seperti ini. Ibaratnya bebas, mau jualan kapan saja pun tak ada yang mengatur. Ting­gal tanggung jawab saja dengan apa yang dilakukan,” ujar Irfan tersenyum. (Winda Herviana/ed:Mina)