Takjil-FormalinBOGOR TODAY- Dinas Perindus­trian dan Perdagangan (Disper­indag) Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk mewaspadai makanan berformalin selama Ramadhan 1437 Hijriah/2016.

“Pengawasan produk makan­an dan minuman terus kita optimalkan, mengantisipasi masukan makanan yang terkon­taminasi zat berbahaya bagi ke­sehatan seperti formalin,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dis­perindag Bogor, Mangahit Sina­ga, Senin (13/6/2016).

Mangahit mengatakan sejak awal Ramadhan pihaknya telah menerima sejumlah laporan masyarakat terkait peredaran makanan mengandung formalin. Guna memastikan hal tersebut, Disperindag telah menurunkan tim untuk melakukan investi­gasi.

Baca Juga :  3 Buah Warung di Bogor Ludes Dilalap Si Jago Merah

Investigasi dilakukan ke se­jumlah pasar tradisional teru­tama di lokasi yang dicurigai adanya peredaran makanan mengandung formalin. Inves­tigasi awal dilakukan di Pasar Lawang Seketeng. “Dari hasil investigasi tersebut kami tidak menemukan makanan berfor­malin, justru ribuan butir telur busuk yang langsung kami sita,” katanya.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Bogor Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Sepekan Kedepan

Upaya selanjutnya dilakukan di Pasar Kebon Kembang dan Pasar Bogor. Petugas menemu­kan makanan mengandung for­malin yang ada di mie glosor dan tahu yang dijual oleh pedagang. “Kedua jenis produk ini lang­sung kami sita, dan dilakukan uji laboratorium di Labkesda Dinas Kesehatan untuk menguji kand­ungannya,” kata Sinaga.