Indonesia-Ayo-MenulisIRONIS. Pengalaman penulis sebagai guru, ternyata mayoritas guru tidak punya kompetensi literasi yang baik. Bahkan pernah penulis temukan banyak guru bahasa Indonesia yang tidak memiliki kemampuan menulis. Bukan hanya itu, masih banyak dosen yang gagap jika diminta untuk menulis karya ilmiah untuk mengisi jurnal. Kondisi ini seharusnya tidak terjadi.

Oleh: AHMAD SASTRA
Dosen Literasi UIKA Bogor

Tradisi membaca dan menulis mestinya harus menjadi ke­biasaan profesi guru dan dosen, meng­ingat profesi keduanya adalah profesi yang sangat dekat den­gan keilmuwan. Sebab ilmu di­gali dari aktivitas membaca dan ilmu dirawat dan ditumbuhkan melalui aktivitas menulis. Tu­lisan kali ini mencoba mendiag­nosis kondisi ini dan mencoba memberikan solusi.

Sebenarnya seorang guru dan dosen tidak asing dengan dunia literasi, setidaknya saat menulis skripsi atau tesis. Hanya saja, perlu diakui bahwa kedua karya itu mampu diselesaikan karena dorongan pragmatis yakni sebagai syarat kesarja­naan. Tidak benar-benar lahir dari dorongan untuk menjadi penulis. Dengan bahan-bahan yang ada, akhirnya skripsi itu bisa diselesaikan.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua