Untitled-16Memulai berbisnis memang bukan pe­kerjaan yang mu­dah, apalagi tidak memiliki pengalaman. Namun bagi Egar Putra Bahtera, ber­bisnis jadi tantangan untuk dirinya.

Berawal dari hobinya terha­dap sepatu kulit, ia membera­nikan diri memulai bisnis sepa­tu kulit dan bertekad untuk menembus pasar sepatu kulit premium, yang memiliki harga di atas Rp 1 juta. Lewat merek Chevalier.

“Jadi begini, dulu mulai us­aha Chevalier di 2011 awalnya suka sama sepatu kulit, saya pelajari lihat-lihat cari ke tiga perajin sampai ketemu yang paling pas kita kerja sama saya ajarin mereka, mereka juga

Baca Juga :  Pemuda Jasinga Sulap Getah Jadi Rupiah

mengajar saya,” ujar Egar, kemarin. Menurutnya, peluang menembus pasar sepatu premium sangat besar saat ini, karena bisa dibilang belum banyak pebisnis lokal yang takut untuk masuk ke pasar sepatu kulit premium alasannya takut bersaing dengan merek luar.

Baca Juga :  Pemuda Jasinga Sulap Getah Jadi Rupiah

“Chevalier mau fokus di pasar premium karena ada peluang be­sar di situ. Untuk lokal yang masuk pasar premium masih sedikit yang ngisi bisa dibilang masih kosong nah kekosongan itu mau kita manfaat­kan terlebih kan kaum menengah itu naik angkanya. Kalau kita lihat penjual sepatu lokal yang dari kulit paling mahal dijual Rp 500 ribu pal­ing,” kata Egar.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua