JAKARTA, Today – Emas berjangka di divisi COMEX New York MercanÂtile Exchange berakhir turun pada Senin (Selasa pagi WIB), karena penguatan dolar dolar AS.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman DeÂsember turun 3,1 poin, atau 0,23%, menjadi menetap di US$1.341,3 per ounce. Indeks dolar AS, yang me n g u k u r greenback terÂhadap sekerÂanjang mata uang utama, naik 0,12 persen menÂjadi 96,39 pada pukul 18.00 GMT.
E m a s dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang beÂrarti jika dolar naik maka emas berÂjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.
Setelah rilis angka ketenagakÂerjaan AS yang posiÂtif pada Jumat lalu, bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Tetapi menginÂgat angka PDB kuartal kedua, para pedagang yakin itu (kenaikan suku bunga tahun ini) tidak mungkin.
Para analis mencatat bahwa keÂtika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuiÂtas membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya tuÂrun. Pedagang juga menungÂgu rilis klaim pengangguran AS mingguan pada Kamis, bersama dengan indeks harga produsen dan laporan penjualan ritel pada Jumat.
Perak untuk penÂgiriman September turun 1,2 sen, atau 0,06 persen, menÂjadi ditutup pada 19,805 doÂlar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 3,9 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi ditutÂup pada 1.155,40 dolar AS per ounce. (Calviano/NET)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















