Dolar Menguat, Emas Tertekan

gold-and-dollarJAKARTA, Today – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercan­tile Exchange berakhir turun pada Senin (Selasa pagi WIB), karena penguatan dolar dolar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman De­sember turun 3,1 poin, atau 0,23%, menjadi menetap di US$1.341,3 per ounce. Indeks dolar AS, yang me n g u k u r greenback ter­hadap seker­anjang mata uang utama, naik 0,12 persen men­jadi 96,39 pada pukul 18.00 GMT.

E m a s dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang be­rarti jika dolar naik maka emas ber­jangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Setelah rilis angka ketenagak­erjaan AS yang posi­tif pada Jumat lalu, bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Tetapi mengin­gat angka PDB kuartal kedua, para pedagang yakin itu (kenaikan suku bunga tahun ini) tidak mungkin.

Para analis mencatat bahwa ke­tika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekui­tas membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya tu­run. Pedagang juga menung­gu rilis klaim pengangguran AS mingguan pada Kamis, bersama dengan indeks harga produsen dan laporan penjualan ritel pada Jumat.

BACA JUGA :  Fajar/Fikri Tantang Wakil Korea di Final Singapore Open 2026

Perak untuk pen­giriman September turun 1,2 sen, atau 0,06 persen, men­jadi ditutup pada 19,805 do­lar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 3,9 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi ditut­up pada 1.155,40 dolar AS per ounce. (Calviano/NET)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================