2581515971523---11_05_2010JAKARTA TODAY – Sampai saat ini, inflasi masih cu­kup terjaga sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI). Terutama ketika Juli 2016, inflasi hanya tercatat 0,69% walaupun dalam periode tersebut ada akti­vitas lebaran dan tahun aja­ran baru anak sekolah.

Hal tersebut memung­kinkan BI untuk bisa kem­bali menurunkan suku bunga acuan. “Ruang untuk penurunan itu selalu ada, seperti yang kita komuni­kasikan sebelumnya,” kata Kepala Departemen Kebi­jakan Ekonomi Moneter BI Juda Agung dalam bincang-bincang di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Baca Juga :  Polisi Selidiki Soal Bungkus Gorengan Hasil Test PCR

Akan tetapi, Juda me­nilai, perlu melihat sisi waktu yang tepat. Sebab, ada kondisi dari domestik maupun global yang diper­hatikan secara serius dalam memutuskan suku bunga acuan.

“Kita lihat timing yang tepat di setiap RDG dengan melihat perkembangan ter­akhir di domestik maupun global,” jelasnya. Pada 19 Agustus 2016 mendatang, BI akan menerapkan BI 7 days Reverse Repo Rate. Hal ini sudah diputuskan BI sejak beberapa bulan yang lalu terkait suku bunga acu­an yang akan digunakan. “Kita bulan ini gunakan 7 days rever repo rate,” kata Juda. (Abdul Kadir Basala­mah/Net)

Baca Juga :  Buntut Tindakan Kekerasan, Dua Oknum Anggota TNI AU Dicopot