Untitled-24PASAR mobil Indonesia dalam beberapa bulan ke depan diprediksi bakal se­makin meriah. Hal ini lantaran semakin banyak pabrikan mo­bil di Indonesia yang mencoba ikut bermain di pasar LCGC MPV sebagai bentuk pengem­bangan dari produk LCGC 5 seaters yang terlebih dahulu beredar di pasar.

Beredarnya mobil LCGC diawali dari program pemer­intah untuk mengembangkan mobil murah ramah lingkun­gan atau yang dikenal dengan sebutan Low Cost Green Car (LCGC). Program tersebutl langsung disambut baik oleh pabrikan mobil yang men­jadikan Indonesia sebagai pasar pentingnya. Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Datsun, berlomba memasar­kan produk LCGC andalan mereka.

Di Indonesia, mobil LCGC yang sudah diluncurkan yakni Datsun GO, GO+ Panca, Suzuki Karimun Wagon R, Honda Brio Satya, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla.

Dari kelima pabrikan terse­but, Datsun menjadi pabrikan yang cukup berani dengan menghadirkan mobil LCGC MPV yang bisa memuat 7 pe­numpang yakni Datsun Go+ Panca. Pada saat yang sama Toyota, Daihatsu, Honda dan Suzuki hanya memiliki mobil LCGC 5 penumpang.

Namun belakangan, Toyota dan Daihatsu mulai menang­kap LCGC MPV sebagai pe­luang yang cukup menjanji­kan. Kedua APM tersebut pun berkolaborasi menyiapkan LCGC MPV yang diberi nama Toyota Calya dan Daihatsu Si­gra.

Melihat hal tersebut, In­driani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia meyakini kehadiran dua merek itu di pasar LCGC MPV bakal mem­buat pasar otomotif semakin bergairah. Namun Indri men­gaku belum bisa memastikan seberapa besar pengaruhnya. “Terus terang belum bisa di­pastikan berapa banyak pen­garuhnya. Ini semua masih prediksi,“ ujarnya.

Indri menjelaskan, pe­luang bagi mobil LCGC MPV terbilang cukup besar. Hal ini terkait dengan karakteristik pasar otomotif nasional lebih cenderung menyukai mobil keluarga yang dapat memuat banyak orang.

Tak hanya Toyota dan Daihatsu, Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki pun ikut sedikit melirik pasar LCGC MPV. Bahkan Davy J Tuilan, 4W Deputy Managing Direc­tor PT SIS mengatakan bahwa pihaknya tengah melihat dan mempelajari potensi mobil LCGC 7-penumpang di Indo­nesia.

Davy melihat bahwa pasar LCGC MPV cukup menjanji­kan, terbukti dengan besarnya animo masyarakat pada LCGC MPV milik kompetitor yakni Datsun GO+ Panca. Namun ia bungkam ketika ditanya wak­tu peluncuran produk LCGC MPV Suzuki.

“Produksnya sudah ada, tetapi masih dalam tahap study. Pasti kami luncurkan, tapi untuk kapannya tinggal tunggu momentum yang baik saja,” tuturnya.

Tetapi dari kelima APM tersebut, hanya Honda yang sampai saat ini belum terlihat ketertarikannya untuk meng­garap pasar LCGC MPV. Mar­keting & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy menyata­kan bahwa LCGC MPV 7 seat­ers berpeluang untuk bergese­kan atau saling rebut pasar dengan LCGC hatchback 5 seater. Hal ini lantaran kedu­anya memiliki pangsa pasar yang mirip.

Itulah yang menjadi salah satu pertimbangan Honda yang sampai saat ini bergem­ing tidak menyiapkan LCGC MPV. “Ngapain keluarkan 7-seater kalau yang 5-seater dimakan. Apalagi kalau dia yang makan sendiri, dia rugi sendiri,” terangnya.

Terlebih, selama ini Dat­sun Go+ Panca hanya terjual 19.821 unit. Angka penjualan itu masih jauh di bawah pen­jualan LCGC hatchback sep­erti Toyota Agya 57.646 unit, Daihatsu Ayla 35.084 unit, dan Honda Brio 31.820 unit. Dari data tersebut diyakini bahwa pasar LCGC MPV belum ter­lihat menjanjikan. (Yasser Arafat)