JAKARTA TODAY – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengakui sepinya pasar otomotif dan alat berat mengusik zona nyaman indsutri. Pasalnya dari kredit kendaraan saja, porsinya mencapai 60% dari total pembiayaan yang disalurkan multifinance.

Sayangnya, untuk keluar dari zona nyaman itu pun tidaklah mudah. Meski sebenarnya potensi yang ada di depan mata tak bisa disebut kecil. Misalnya dengan masuk ke lini pembiayaan modal kerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Bocah 6 Tahun Disodomi Pria di Lubuklinggau

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang telah membuka pintu bagi multifinance untuk memperluas bisnis. Termasuk perluasan bisnis ke segmen pembiayaan modal usaha.

Namun Ketua APPI Suwandi Wiratno untuk menjajal bisnis ini industri dihadapkan pada beberapa tantangan. Salah satunya adalah dari sisi sumber pendanaan yang cocok untuk pembiayaan modal kerja.

Menurutnya sampai saat ini sekira 70% dari kebutuhan pendanaan multifinance masih berasal dari pinjaman perbankan. Nah perbankan pun tak mau ambil risiko bila perusahaan pembiayaan menyalurkan kredit ke segmen di luar kendaraan.

Baca Juga :  Resep Masakan Baby Cumi Sambal Ijo

Selain itu, Direktur Buana Finance Herman Lesmana menambahkan pembiayaan modal kerja juga skemanya masih belum efisien. Dimana pembiayaan modal kerja masih harus melibatkan tiga pihak, yakni perusahaan pembiayaan, nasabah, dan pihak supplier dari bisnis si nasabah. “Karena nasabah merasa repot akhirnya banyak yang tetap memilih langsung pinjam ke bank,” ungkapnya. (Abdul Kadir Basalamah/Net)