BOGOR TODAY – Sebanyak 160 Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se- Kota dan Kabupaten Bogor mengikuti kegiatan pelatihan program guru di SMK Wikrama Bogor, Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sindangsari, Rabu (28/09/2016)

Pelatihan program guru secara tatap muka tersebut terbagi menjadi tiga mata pelajaran yang dihadiri oleh para pengajar kelas wahid.

Dalam mata pelajaran Multimedia diberikan materi oleh Wawan dari SMK Bina Putra Mandiri dan Asep Lukman Arif Hidayat yang berasal dari SMK Tunas Media Depok dan terdiri dari 40 Peserta Guru yang mengikuti pelatihan Multimedia.

Sementara itu, untuk mata pelajaran Matematika dibimbing oleh Adhisti Arie Yusanti dari SMAK Bogor, Irma Rohima dari SMK Wikrama Bogor, Rusli dari SMK Informatika Pesat dan Dwi Atmojo dari SMKN 3 Bogor. Khusus mata pelajaran matematika ini dibagi menjadi dua sesi karena memiliki peserta yang cukup banyak yakni 80 Peserta Guru.

Tak hanya sampai disitu, para gurupun digembleng materi tentang Kewirausahaan yang terdiri dari 40 Peserta Guru yang diberikan oleh Yaumil Khairat dari SMK Negeri 1 Kota Bogor dan Irfanullah dari SMK Yasbam Bogor.

Kepala Sekolah Wikrama Kota Bogor, Iin Mulyani mengatakan, SMK Wikrama Bogor terpilih menjadi lokasi Pelatihan Guru Se-Kota dan Kabupaten Bogor dikarenakan sekolah ini telah diverifikasi oleh Tim Program Guru Pembelajar jenjang Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Mesin dan Teknik Industri  (PPPPTK BMTI).

“Lebih tepatnya dari tim disana yang menentukan lokasi mengapa sekolah kami terpilih. Mungkin karena sarana dan prasarana dilokasi kami cukup menunjang atau ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Bogor,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, program ini merupakan rekomendasi dari setiap Dinas Pendidikan di Kota maupun Kabupaten sebagai tindak lanjut dari Uji Kompetensi Guru.

“Program ini dilakukan melalui tiga cara, yakni secara Tatap Muka (TM), Campuran atau kombinasi antara tatap muka dan online (blended) dan Full Daring atau online,” tuturnya.

SMK Wikrama Bogor ini terpilih menjadi lokasi Pembelajaran Guru untuk Moda Campuran atau Kombinasi antara Tatap Muka dan Online. “Waktu yang diselenggarakan ini dari September sampai dengan Desember dan terdiri sebanyak tiga kali dan hal ini merupakan Tatap Muka yang pertama,” paparnya.

Ia juga berharap melalui program guru ini agar guru bisa memanfaatkan dan memaksimalkan program dari pemerintah ini. “Semoga Nilai Uji Kompetensi Guru (UKG, Red) bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Sekedar informasi, SMK Wikrama merupakan sekolah Go Green yang mengantungi beberapa prestasi, salah satunya dinobatkan sekolah berbudaya lingkungan terbaik, sekolah calon Adiwiyata tingkat Nasional pada 2009, sekolah Adiwiyata  Tingkat Nasional pada 2010 dan mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2012, yakni penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Lingkungan Hidup kepada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Sekolah ini juga mengedepankan para lulusan murid dengan berdasarkan kepada lima pilar, yakni akhlakul karimah, profesionalisme sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, kesadaran sosial (social awareness), kepedulian lingkungan (environmental concerned) dan jiwa dan wawasan kewirausahaan (entrepreneurship).

“Semua komitmen ini selaku kita jaga melalui kepekaan kita terhadap hal-hal kecil didalam kehidupan sehari-hari untuk memberikan manfaat kepada diri sendiri, lingkungan sekolah, kota, bangsa dan dunia,” pungkas Iin. (Abdul Kadir Basalamah)