20161012_100454BOGOR, TODAY—Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fungsinya untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa melalui sumbangsih ilmu yang bermanfaat. Tri Dharma Perguruan Tinggi inilah yang mendasari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda (Unida) terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan penelitian sebagai bentuk pengadian dan sumbangsih ilmu kepada masyarakat.

Kelompok Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda yang terdiri dari Robby, Tio Hara, Rosdinar, Shindy, Nunik, Nurmila, Irwansyah, Niswan, Putra dan Witri telah melakukan penelitian saat berlangsungnya program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari kampus, kemudian memberikan hasil penelitian dan sumbangsih ide kepada RS Cimacan pada 12 Oktober 2016.

Hasil penelitian tersebut berupa laporan penelitian yang telah dilakukan pada 1-5 Agustus 2016 lalu di RS Cimacan Cianjur. Penelitian bisa dilakukan setelah seminggu sebelumnya melakukan observasi lapangan untuk menemukan permasalahan dan menentukan objek penelitian.

‘’Hasil penelitian ini juga melewati proses sidang untuk menguji hasil penelitian ini oleh dosen penguji,’’ kata Ketua Tim Penelitian Mahasiswa Unida Robby Firliandoko, ‘’Alhamdulillah, setelah melewati proses yang panjang, akhirnya kami bisa memberikan sumbangsih karya hasil penelitian ini, semoga bermanfaat.” Tambah mahasiswa semester 7 Universitas Djuanda Bogor ini.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengumpulkan opini masyarakat tentang poster enam langkah mencuci tangan dengan baik dan benar. RS Cimacan Cianjur adalah salah satu rumah sakit yang mensosialisasikan program enam langkah mencuci tangan dengan baik dan benar. Rumah sakit ini memasang poster di beberapa titik, seperti di kamar mandi, tempat mencuci tangan dan tempat strategis lainnya. Namun menurut hasil di lapangan, jenis penyakit yang diderita pasien karena tertular, dan gaya hidup yang kurang baik paling dominan di RS Cimacan. Hasil wawancara dengan sejumlah keluarga pasien, mereka mengaku belum pernah membaca poster tersebut. Padahal poster itu ajakan untuk mencuci tangan dengan baik agar tidak mudah terjangkit penyakit. Mereka umumnya tak menyadari keberadaan poster tersebut. “Banyak keluarga pasien yang abai begitu saja,’’ kata Robby yang juga Ketua Perhumas Muda Bogor.

Penelitian yang menggunakan metode kualitatif melalui teknik wawancara menyimpulkan, masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap poster karena pengemasan poster yang tanpa bingkai. Masyarakat lebih peduli dengan poster lainnya yang ternyata dikemas dengan bingkai. ‘’Selain itu pesan di dalam poster juga masih terbilang kecil hurufnya. Padahal yang membaca adalah masyarakat berusia di atas 45 tahun,’’ kata Shindy, salah satu tim peneliti Mahasiswa Semester 7 Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda

Agus Budiman, Kepala Seksi Penunjang Medik RS Cimacan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa dari Universitas Djuanda yang telah melakukan penelitian. Ini merupakan masukan untuk RS Cimacan agar semakin prima dalam melayani. “Saya mewakili Manajemen RS Cimacan mengucapkan terima kasih atas penelitian ini, sangat bermanfaat dan poster baru ini akan segera kami sosialisasikan,’’ ucap Agus Budiman.