Tagihan Listrik Naik Rp 70.000 Perbulan

indonesiaplnJAKARTA, TODAY—Mulai tahun depan, tarif listrik untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA dan 3,7 juta pelanggan 450 VA tak lagi disubsidi. Para pelanggan listrik ini harus membayar sesuai tarif normal.

Sebab, Badan Anggaran (Banggar) DPR memutuskan, jumlah pelanggan listrik yang mendapatkan subsidi dari APBN 2017 hanya 23,15 juta.

Keputusan tersebut dibuat berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang menyebutkan, hanya 23,15 juta pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA yang termasuk golongan tidak mampu dan layak disubsidi.

Jadi 23,15 juta pelanggan itu terdiri dari 19,1 juta pelanggan 450 VA dan 4 juta pelanggan 900 VA. Sisanya, 18,7 pelanggan 900 VA dan dan 3,7 pelanggan 450 VA dinilai tidak layak disubsidi.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menyatakan dampak pencabutan subsidi listrik relatif tidak besar. Tagihan listrik per bulan hanya akan naik sekitar Rp 70.000/bulan.

BACA JUGA :  VinFast Evo Jadi Pilihan Motor Listrik Harian, Jarak Tempuh 150 Km dan Baterai Bisa Ditukar

“Nambah Rp 70.000/bulan saja. Pengeluaran buat pulsa telepon berapa? Buat rokok berapa?” kata Sofyan, ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Kenaikan itu dinilai wajar, tidak akan memukul daya beli masyarakat. Sofyan juga memperkirakan, dampak kenaikan tarif listrik terhadap inflasi tak signifikan. “Tidak seberapa, kecil banget itu. Kenapa kalau makanan kaleng, snack naik nggak didiskusikan inflasinya?” ucapnya.

Pihaknya mengusulkan agar kenaikan tarif untuk 22,4 juta pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA dilakukan sekaligus saja di awal tahun, tidak perlu bertahap. Sebab, kenaikan secara bertahap akan menimbulkan gejolak sampai beberapa kali dalam setahun.

“Sekaligus saja. Kalau naik 7 kali, protesnya 7 kali. Yang 900 VA juga sekaligus saja. Kita usul begitu, nggak tahu dari pemerintah nanti bagaimana,” pungkasnya.

Di rapat terbatas 4 Oktober 2016 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga gas industri diturunkan sampai di bawah USD 6/MMBtu dalam waktu 2 bulan.

BACA JUGA :  VinFast VF 2 vs Wuling Air ev: Adu Mobil Listrik Mungil dengan Harga Terjangkau

Saat ini rata-rata harga gas untuk industri di dalam negeri US$ 9,5/MMBtu, lebih mahal daripada gas di Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan sebagainya.

Gas Turun, Listrik Ikut

Sofyan Basir, menyatakan tarif listrik untuk industri pasti ikut turun kalau pemerintah benar-benar menurunkan harga gas. “Kalau itu turun, tarif listrik pasti saya turunkan,” kata Sofyan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Penurunan tarif listrik bergantung pada besarnya diskon harga gas yang diberikan pemerintah. “Tergantung turunnya. Belum tahu,” ucapnya.

Sofyan menilai, harga gas untuk ketenagalistrikan masih belum ideal. Di Sumatera Utara (Sumut) misalnya, PLN harus membeli gas dengan harga sampai USD 14/MMBtu.

“Top banget kalau sampai di bawah USD 6/MMBtu. Sekarang ada yang sampai USD 14/MMBtu, itu yang LNG di Sumut,” tutupnya. (alfian m|dtc)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================