dsc_8860Iman R Hakim

[email protected]

Indonesia patut berbangga, karena saat ini PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk resmi mengoperssikan pabrik baru Plant-14 (P-14) di Citeureup, Kabupaten Bogor. P-14, pabrik terintegrasi dan mampu memproduksi sement sebanyak 4,4 juta ton pertahun.

Pabrik yang memiliki efisiensi energi terkini, sistem kendali emisi tercanggih serta fasilitas produksi ramah lingkungan, juga dilengkapi bag filter yang sangat efisien untuk kiln dan cooler gas dengan muatan gas bersih memenuhi standar internasional yang paling tinggi.

Pabrik baru milik Indocement diresmikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, Bupati Bogor Hj. Nurhayanti, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi serta Dirut PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya, pada Kamis, (20/10/2016).

“Dengan tambahan pabrik baru Plant 14, kompleks pabrik semen Tiga Roda di Citeureup, Kabupaten Bogor memiliki 10 pabrik dengan total kapasitas 18 juta ton pertahun. Selain itu, Indocement juga mengoperasikan pabrik semen di Palimanan Cirebon, Jawa Barat dan Tarjun Kota Baru, Kalimantan Selatan,” tutur Dirut PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya.

Dengan demikian, lanjut Christian, Indocement memiliki total kapasitas produksi semen 25 juta ton pertahun dari semua pabrik yang berada di Indonesia. “Dengan jumlah produksi itu, kami siap melayani pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dan kami siap menjadi home market khusunya di Jawa Barat ini,” imbuhnya.

Dengan diresmikannya Pabrik P-14, secara tidak langsung, pengembangan infrastruktur di Kabupaten Bogor terus meningkat. Menurut Bupati Bogor, peresmian Plant 14 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk ini, sejalan dengan misi yang diemban yaitu pengembangan infrastruktur di Kabupaten Bogor dan akan berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penyerapan tenaga kerja yang hampir 4.000 pegawai.

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

“Saat ini penduduk Kabupaten Bogor berjumlah 5,3 juta jiwa dan laju pertumbuhan ekonominya di angka 6,03% pada tahun 2015, angka tersebut atas lanjut pertumbuhan pusat, maka penguatan daya beli masyarakat menjadi bagian fokus kami dan juga mengatasi persoalan tenaga kerja yang ada,” tutur Bupati.

Orang nomor 1 di Bumi Tegar Beriman meberi karpet merah terhadap investasi. Ramah investasi merupakan salah satu cara mengatasi permasalahan yang ada di Kabupaten Bogor. Indocement melalui dana CSR sudah mengambil bagian melakukannya di bidang pendidikan, kesehatan dan pembinaan UMKM. “Karena itu modal dasar pemerintah daerah, meningkatkan daya beli masyarakat,” ungkap Yanti – sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwa mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat menyambut baik pembangunan pabrik baru ini, sebagai realisasi penanaman modal Indocement di Jawa Barat. Investasi swasta merupakan variabel yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,03% di atas pertumbuhan Nasional yakni sebesar 4,79%.

“Total realisasi investasi tahun 2015 di 27 Kabupaten/Kota. sebesar Rp 121,51 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 71,73 triliun, proyek penanaman modal dalam negeri wajib laporkan kegiatan penanaman modal sebesar Rp 26,27 triliun,’’ kata Dedy Mizwar, ‘’Proyek Penanaman Modal Dalam Negeri Tidak Wajib Laporkan Kegiatan Penanaman Modal (PMDN Non LKPM) sebesar Rp 23,51 triliun. Hal tersebut menjadikan Jawa Barat Provinsi dengan PMA tertinggi Nasional, sedangkan realisasi PMDN Jawa Barat berat di urutan kedua setelah Jawa Timur,” tambah Wagub.

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

Pemprov Jabar memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dalam memberikan layanan investasi. Pada tahun 2015, dari luas keseluruhan kawasan industri di Jawa Barat yang mencapai 4.658 hektare, yang sudah terpakai baru 3.560, sehingga masih terdapat 1.098 hektare lahan yang siap dimanfaatkan oleh para calon investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa, industri semen Nasional tahun 2016 mengalami kondisi yang cukup sulit, mengingat pertumbuhan penjualan semen bulan Januari sampai September 2016 di bandingan periode yang sama pada tahun lalu, hanya meningkat sebesar 3,8%. Namun dengan dimulainya proyek percepatan infrastruktur, kondisi di masa depan akan semakin cerah dengan laju pertumbuhan yang cukup baik.

“Pertumbuhan positif terhadap industri semen tentunya membutuhkan sinergi antara Pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif,” ujar Airlangga.

Airlangga juga berpesan bahwa dengan berdirinya pabrik ke 14 PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk ini akan menambah kapasitas produksi semen nasional yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan dan pasok semen secara signifikan. ‘’Peningkatan kapsitas produksi semen secara Nasional akan sejalan dengan program percepatan pembangunan infrastruktur terpadu yang telah dicanangkan Pemerintah,’’ katanya. (Iman R Hakim)