Alfian Mujani

[email protected]

Seorang ibu muda mengeluh lantaran anaknya yang masih sekolah di TK kurang tidur. Si anak lebih suka bermain atau melakukan kegiatan lain, meski sudah memasuki waktu tidur. Berbahayakah?

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkap bahwa sebagian anak TK mengalami kurang tidur. Kondisi ini berpengaruh pada pola makan dan risiko kegemukan.

“Pada hari si anak kurang tidur, mereka mengonsumsi kalori sekitar 20 persen lebih banyak dari biasa, gula 25 persen lebih banyak dan karbohidrat 26 persen lebih banyak,” kata Prof Monique LeBourgeois yang melakukan penelitian tersebut.

Dalam eksperimen yang dilakukan, anak-anak tersebut diberi kesempatan untuk tidur selama mungkin sesuai kebutuhannya. Setelahnya, konsumsi gula dan karbohidrat kembali normal, namun masih mengonsumsi kalori 14 persen lebih banyak dan lemak 23 persen lebih banyak.

Anak-anak dalam penelitian ini mengalami kurang tidur akibat tidak tidur siang dan tidur terlalu larut. Sementara itu, National Sleep Foundation menyebut 30 persen anak TK mengalami kurang tidur. Temuan ini menjelaskan kenapa banyak anak TK mengalami obesitas.

Obesitas berhubungan dengan berbagai risiko penyakit kronis yang berbahaya. Asupan kalori yang terlalu banyak serta kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab utama kegemukan, baik pada anak-anak maupun dewasa. (dtc)