TERWUJUDNYA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER SERTA PERAN WANITA

DALAM PEMBANGUNAN KELUARGA DAN MASYARAKAT

DI KABUPATEN BOGOR

emmy2

 

 

   Emmy Pernawati, SH. MSI

     Kepala BPPKB Kab. Bogor

Visi BPPKB Kabupaten Bogor yaitu: “Terwujudnya Kesetaraan Gender , Perlindungan Perempuan Dan Anak Serta Keluarga Kecil Sejahtera” . Dengan Misi yaitu :

  1. Meningkatkan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan
  2. Meningkatkan Upaya Kesejahteraan Dan Perlindungan Anak
  3. Meningkatkan Pelayanan KB Dan Kesehatan Reproduksi
  4. Meningkatkan Pembangunan Keluarga

Adapun tujuan dari misi ke satu adalah meningkatkan Kualitas hidup dan perlindungan perempuan dengan strategi untuk mengarahkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, yaitu :

  1. Meningkatkan pembangunan yang responsif gender.
  2. Meningkatkan perlindungan perempuan.
  3. Memperkuat kelembagaan pengarusutamaan gender.

Dengan melihat misi dan tujuan di atas, kita dapat  melihat bahwa kiprah perempuan Indonesia dalam berbagai peran dan posisi strategis. Kemajuan peran tersebut menunjukan bahwa peran perempuan Indonesia merupakan sumber daya yang potensial apabila ditingkatkan dan diberikan peluang atau kesempatan yang sama untuk berperan. Tetapi kualitas penduduk perempuan yang kurang menggembirakan pada saat ini merupakan akibat dari pendekatan pembangunan yang belum benar-benar mengindahkan kesetaraan dan keadilan gender.

Baca Juga :  Desa Pangkaljaya Realisasikan Samisade Bangun Jalan Sepanjang Jalan 1,6 Kilo Meter

Kesetaraan dan keadilan gender belum sepenuhnya terwujud, hal ini disebabkan masih kuatnya nilai sosial budaya yang bersifat patriakis, menempatkan laki-laki dan perempuan pada kedudukan dan peran yang berbeda dan tidak setara, keadaan ini ditandai dengan adanya pembakuan peran yang menimbulkan ketidakadilan bagi perempuan.

Sistem yang merugikan hubungan laki-laki dan perempuan perlu diperbaiki dengan landasan pemahaman tentang kesetaraan dan keadilan gender yang sejalan dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat, karena baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi pelaku, pemanfaat dan penikmat hasil-hasil pembangunan.

Pembangunan berwawasan gender bercirikan dan berpatokan pada prinsip utama kesamaan memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam program pembangunan, dalam arti lain program pembangunan harus dirancang dengan tidak memberikan referensi tertentu dari kelompok sasaran berdasarkan jenis kelamin. Dengan prinsip demikian, maka semua penduduk tanpa memandang jenis kelamin dijamin hak nya untuk dapat berpartisipasi dalam semua program pembangunan yang diimplementasikan agar memperoleh manfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan secara individu. Dalam hal ini adalah penting untuk dipahami bahwa negara menjamin dilaksanakannya prinsip kesamaan (equity) tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan.

Baca Juga :  Diduga Hendak Tawuran, Belasan Pelajar Diamankan Satgas Kota Bogor

Penduduk Perempuan Indonesia saat ini berjumlah hampir sama dengan penduduk laki – laki, namun kualitas hidup mereka dalam berbagai bidang pembangunan masih jauh tertinggal. Diakui, memang tidak mudah untuk mewujudkan perempuan berkualitas dengan hidup yang tinggi karena hal ini sangat terkait dengan kondisi dan kemampuan suatu bangsa. Namun paling tidak dengan telah dimasukannya sasaran peningkatan kualitas hidup perempuan yang ingin dicapai dalam pembangunan, maka hal itu telah menunjukan adanya komitmen pemerintah untuk lebih memberdayakan perempuan.

Namun pada kenyataannya, potensi yang besar ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kaum perempuan belum memperoleh kesempatan dan peluang yang sama, disamping itu masih banyak kelompok masyarakat yang belum menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mayoritas adalah kaum perempuan.

 

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua