mosquito

PENYEBARAN Zika di Asia Tenggara semakin mengkhawatirkan. Yang terbaru, otoritas kesehatan Thailand mengonfirmasi sudah ada 200 kasus Zika yang terdeteksi di Negeri Gajah Putih tersebut.

Suwannachai Wattanayingcharoenchai. juru bicara dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengatakan kasus Zika terkonfirmasi pertama kali di Thailand pada bulan Januari 2016. Meski awalnya jumlah kasus tidak signifikan, namun ada peningkatan temuan kasus baru dalam tiga pekan terakhir.

“Sejak Januari, tercatat sudah ada 200 kasus Zika di Thailand. Dan dalam tiga pekan terakhir, rata-rata ada 20 kasus baru yang ditemukan tiap minggunya,” tutur Wattanayingcharoenchai, dikutip dari Reuters.

Otoritas Thailand akhirnya buka suara tentang kasus Zika setelah mendapat desakan dari publik. Wattanayingcharoenchai beralasan pemerintah memikirkan dampak yang akan ditimbulkan di segi pariwisata jika kasus Zika yang terjadi dikonfirmasi.

“Meski ada Zika, Thailand tetap aman dikunjungi. Orang-orang tidak perlu takut jika ingin berwisata ke Thailand,” ujarnya, meskipun tidak merinci langkah-langkah apa yang sudah dilakukan untuk menjamin kesehatan turis.

Sekitar 16 dari 76 provinsi yang ada di Thailand sejak Januari 2016 sebetulnya telah dikonfirmasi memiliki kasus Zika. Menurut Suwannachai hingga sekarang sudah ada 30 wanita hamil yang positif terinfeksi dimonitor ketat dan enam di antaranya sukses melahirkan tanpa ada kecacatan.

Zika kini menjadi perhatian khusus karena dampaknya yang oleh World Health Organization (WHO) disebut bisa menyebabkan mikrosefali, kecacatan karena otak tak berkembang sempurna. Selain itu belakangan virus juga telah dikonfirmasi dapat memicu penyakit saraf langka Guillain-Barre Syndrome (GBS). (dtc)